Internasional

China Lockdown Kota Lagi, Corona Bangkit Gegara Myanmar

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
05 April 2021 13:45
Travelers wearing face masks to protect against the coronavirus walk with their luggage outside the Beijing Railway Station in Beijing, Wednesday, Feb. 10, 2021. China appeared to be on pace for a slower than normal Lunar New Year travel rush this year after authorities discouraged people from traveling over the holiday to help maintain the nation's control over the ongoing COVID-19 pandemic. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Jakarta, CNBC Indonesia - China kembali melaporkan kasus Covid-19 harian tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir. Muncul lonjakan kasus lokal harian baru di kota di Provinsi Yunnan barat daya, yang berbatasan dengan Myanmar.

Pemerintah kota Ruili mengkarantina semua penduduk. Otoritas juga meluncurkan uji coba besar-besaran dan mulai membatasi orang untuk keluar masuk kota itu sejak minggu lalu.


Dilansir dari Channel News Asia (CNA), pada Minggu (4/4/2021), kota ini menyumbang 15 dari total infeksi- termasuk impoted case- mencapai 32 kasus. Ini menandai total tertinggi sejak 31 Januari.

Media pemerintah melaporkan analisis genetik dari kasus yang ditemukan di Ruili menunjukkan infeksi lokal baru berasal dari virus yang diimpor dari Myanmar. Dari pasien baru yang dilaporkan di kota tersebut, 11 di antaranya diidentifikasi sebagai warga negara Myanmar.

Ruili adalah titik transit utama untuk provinsi Yunnan, yang perbatasan 4.000 km dengan Laos, Myanmar dan Vietnam. Kota itu telah berjuang untuk menekan imigrasi ilegal termasuk dari Myanmar yang kini tengah bergejolak setelah kudeta junta militer.

Jumlah kasus asimtomatik baru, yang tidak diklasifikasikan oleh China sebagai kasus yang dikonfirmasi, mencapai 18 kasus. Jumlah total kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di daratan China sekarang mencapai 90.305 sementara jumlah kematian tetap tidak berubah, 4.636 kasus.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading