Internasional

Kuburan Penuh, Kasus Corona India Tembus 9 Juta

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
20 November 2020 12:51
Kasus Covid-19 di India. AP/Channi Anand

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus corona (Covid-19) di India makin tinggi. Penderita Covid-19 secara akumulatif telah menembus 9 juta orang.

Berdasarkan data Worldometers, ada 9.004.365 kasus dengan 132.2020 kematian. Pada Kamis (19/11/2020) terdapat 46.182 kasus baru dengan 584 kematian.




Dikutip dari AFP, New Delhi mencatat peningkatan kasus signifikan. Rumah sakit di ibu kota penuh dan pemerintah akhirnya menerapkan denda hingga empat kali lipat ke warga yang tidak menggenakan masker.

Kuburan juga penuh. Bahkan, mengutip seorang penggali kubur Mohammed Shamim, ruang untuk pemakaman dengan cepat habis.

"Awalnya ketika virus itu merebak, saya pikir saya akan mengubur 100-200 orang dan itu akan selesai. Tapi situasi saat ini di luar pikiran saya yang paling liar," kata Shamim, Jumat (20/11/2020).

"Saya hanya memiliki ruang tersisa untuk 50-60 pengguburan. Lalu seperti apa? Saya tidak tahu."

India kini mencatat kasus terbanyak kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS). Awalnya di Maret, India menerapkan penguncian (lockdown), namun hal itu dibuka kembali untuk menghidupkan ekonomi setelah membludaknya pengangguran.

Ekonomi terpukul keras di kuartal II (Q2) 2020. Di mana PDB kontraksi atau minus 23,9%.

Di wilayah lainnya, kota Ahmedabad, jam malam diberlakukan bagi enam juta orang tanpa batas. Keengganan warga memakai masker dan menjaga jarak fisik jadi penyebab.

"Peningkatan jumlah kasus menjadi perhatian, terutama karena didorong oleh orang-orang yang tidak mengikuti protokol dasar perilaku yang sesuai dengan corona," kata Anand Krishnan, seorang profesor kedokteran komunitas di All India Institute of Medical Sciences Delhi.

Hemant Shewade, seorang ahli pengobatan komunitas yang berbasis di Bangalore, mengatakan kemungkinan kasus lebih besar dari yang terdata. Pemerintah mungkin tidak mencatat kasus di luar perkotaan.

"Dugaan saya, virus itu menyebar perlahan dan diam-diam di daerah pedesaan," kata Shewade.

Sebelumnya, pemerintah India menyebut negeri itu memasuki gelombang ke-3 corona. Meski tetap ada lonjakan pasien positif, yang membanjiri rumah sakit dan menewaskan ratusan orang selama sepekan terakhir, pemerintah mengklaim kasus sudah berkurang.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading