AS - China Ribut, Gegara Swab Test Covid-19 Lewat Anal!

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
25 February 2021 18:05
In this photo released by China's Xinhua News Agency, workers carry a container of coronavirus test samples outside of a residential neighborhood in Shijiazhuang in northern China's Hebei Province, Friday, Jan. 8, 2021. A city in northern China is offering rewards of 500 yuan ($77) for anyone who reports on a resident who has not taken a recent coronavirus test. The offer from the government of Nangong comes as millions in the city and its surrounding province of Hebei are being tested as part of efforts to control China's most serious recent outbreak of COVID-19.(Mu Yu/Xinhua via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Luar Negeri China pada Kamis (25/2/2021) membantah bahwa diplomat Amerika Serikat (AS) diminta untuk melakukan tes usap (swab test) Covid-19 melalui dubur.

Sebelumnya media AS, Vice pada hari Rabu (24/2/2021) mengutip seorang pejabat Departemen Luar Negeri yang mengatakan bahwa tes itu salah dan China telah mengatakan akan menghentikan tes semacam itu kepada diplomat AS.

"Sepengetahuan saya... China tidak pernah meminta staf diplomatik AS yang ditempatkan di China untuk melakukan tes usap dubur," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian dalam jumpa pers harian di Beijing.


Dalam surel yang diterima Reuters, perwakilan Departemen Luar Negeri AS mengatakan "[Kami] berkomitmen untuk menjamin keselamatan dan keamanan diplomat Amerika dan keluarga mereka, dan menjaga martabat mereka".

Beberapa kota di China menggunakan sampel yang diambil dari anus untuk mendeteksi potensi infeksi di tengah peningkatan skrining selama rentetan wabah regional menjelang liburan Tahun Baru Imlek.

Tes swab anal dapat menghindari infeksi yang hilang karena jejak virus dalam sampel feses atau dapat tetap terdeteksi untuk waktu yang lebih lama daripada saluran pernapasan, kata Li Tongzeng, seorang dokter penyakit pernapasan di Beijing, kepada televisi pemerintah bulan lalu.

Hal ini sempat menghebohkan dunia. Bahkan ada salah satu video yang menunjukkan bahwa peserta swab anal itu berjalan dengan gerakan kaki terbuka layaknya penguin. Namun video tersebut telah dikonfirmasi hoax.

AS memang memiliki pandangan yang dingin dengan China mengenai pandemi Covid-19. Washington kerap kali menuduh bahwa virus yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China itu merupakan rekayasa laboratorium virologi milik Beijing.

Selain itu, Gedung Putih selalu menuduh China atas kegagalannya menghadapi penyebaran Covid-19, di mana virus itu saat ini menyebar di seluruh dunia dan membunuh 2,5 juta orang.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading