Internasional

Media China Sebut AS Terburuk Tangani Covid-19, Asia Mantap!

News - Muh Iqbal, CNBC Indonesia
27 July 2021 09:45
President-elect Joe Biden receives his first dose of the coronavirus vaccine from Nurse partitioner Tabe Mase at Christiana Hospital on live television in Newark Del., Monday, Dec. 21, 2020. (AP Photo/Carolyn Kaster)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga media China CGTN, CGTN Think Tank merilis "Laporan Analisis tentang Situasi Global Pandemi Covid-19" terbaru. Dengan memakai data dari situs Johns Hopkins University, Our World Data dan Pharmaceutical Technoloigy, jaringan media asal China yang berbasis di Beijing ini memaparkan bagaimana pencengahan dan pengendalian corona di 51 negara.

Mereka mengulas dampak pandemi terhadap pembangunan ekonomi dan sosial, dan lingkungan hidup. Setidaknya ada lima indikator yang dipakai. Mulai dari jumlah kasus terkonfirmasi, jumlah kasus baru yang terkonfirmasi, angka kematian, tingkat vaksinasi, dan siklus lengkap dari awal pandemi hingga pengendaliannya per 14 Juli.




Menurut data yang dihimpun CGTN Think Tank, Amerika Serikat (AS) memiliki kinerja terburuk untuk tiga dari lima indikator statistik. Angka kasus terkonfirmasi di AS tercatat di atas 34 juta atau tertinggi di dunia, dan lebih dari 600.000 jiwa telah meninggal dunia.

"Terhitung dari awal pandemi hingga tahap pengendaliannya, laju penularan harian di bawah 5.000 kasus di AS hanya berlangsung selama 62 hari, kinerja terburuk di antara negara-negara yang diteliti," tulis CGTN, dikutip Selasa (27/7/2021).

Data juga menunjukkan bahwa situasi di negara-negara besar di Eropa belum membaik. Dalam jumlah kasus dan kematian yang terkonfirmasi, Perancis, Inggris, dan Italia berada di peringkat atas.

Menurut data, beberapa negara Asia telah menangani dan mengendalikan pandemi dengan baik berkat sejumlah kebijakan efektif. Seperti pelarangan akses masuk, karantina, dan pengetesan ketat di perbatasan wilayah.

Jumlah kasus baru yang terkonfirmasi di China terendah di antara negara-negara yang diteliti. Singapura dan Vietnam menempati peringkat terendah dalam angka kematian Covid-19 di antara negara-negara yang diteliti.

Untuk respons penanganan pandemi yang tepat waktu, Korea Selatan menjadi yang terbaik. Di mana laju penularan harian di bawah 5.000 kasus di negara ini berlangsung selama 537 hari.

Untuk tingkat vaksinasi, China termasuk negara berkembang dengan vaksinasi Covid-19 tertinggi karena mampu mengembangkan dan memproduksi sendiri vaksin. Kini, lebih dari 1,4 miliar dosis vaksin Covid-19 telah dibagikan di China.

"China juga memasok lebih dari 500 juta dosis vaksin Covid-19 dan persediaan vaksin kepada lebih dari 100 negara dan organisasi internasional di seluruh dunia, atau setara dengan seperenam produksi vaksin global," tulis penelitian itu.

Namun, statistik ini juga mengungkap bahwa perkembangan vaksinasi di negara-negara berkembang lebih lambat ketimbang negara-negara maju. Hal ini terjadi akibat kesenjangan besar dalam distribusi vaksin di dunia.

Negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang buruk, seperti Vietnam dan Irak, masih jauh ketinggalan untuk mencapai kekebalan kelompok di tengah sejumlah kendala. Seperti buruknya layanan kesehatan dan penimbunan vaksin yang dilakukan beberapa negara maju.

"Polarisasi jumlah kasus terkonfirmasi, jumlah kematian, dan jumlah warga yang telah mendapatkan vaksin di beragam negara dan wilayah di dunia, tecermin dari statistik objektif," tulis laporan itu.

Hal ini sangat berkaitan dengan kebijakan dan penanganan pandemi di tingkat nasional, terutama dalam konteks pencegahan dan pengendalian pandemi. Laporan ini juga membuktikan peran besar pemerintah dalam pencegahan dan pengendalian pandemi.


[Gambas:Video CNBC]

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading