Internasional

Putin Beri Warning Global soal Virus Corona

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
28 January 2021 10:30
Russian President Vladimir Putin attends a cabinet meeting at the Novo-Ogaryovo residence outside Moscow, Russia, Tuesday, Aug. 11, 2020. Putin says that a coronavirus vaccine developed in the country has been registered for use and one of his daughters has already been inoculated. Speaking at a government meeting Tuesday, Aug. 11, 2020, Putin said that the vaccine has proven efficient during tests, offering a lasting immunity from the coronavirus. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa pandemi virus corona (Covid-19) telah memperburuk masalah dan ketidakseimbangan global yang sudah ada sebelumnya. Ini, menurut Putin, dapat memburuk ke titik di mana ada pertarungan "semua melawan semua".

"Pandemi virus corona telah menjadi tantangan besar bagi umat manusia, dan telah mempercepat perubahan struktural, prasyarat yang sudah ada," katanya dalam pertemuan virtual Forum Ekonomi Dunia pad Rabu (27/1/2021), dikutip dari CNBC international.


"Kami memiliki alasan kuat untuk percaya bahwa ketegangan dapat diperburuk lebih jauh," kata Putin memperingatkan, mengutip para ahli yang telah menyamakan keadaan urusan global saat ini dengan tahun 1920-an dan 1930-an.

Putin juga mengatakan bahwa kesejajaran dapat ditarik antara dulu dan sekarang ketika adanya skala dan cakupan dari yang ia sebut "tantangan dan potensi ancaman" sistemik.

Dia mengatakan krisis telah meningkatkan stratifikasi sosial, populisme, radikalisme sayap kanan dan kiri, menambahkan bahwa proses politik dalam negeri menjadi lebih kejam.

"Semua ini berdampak pada hubungan internasional, membuatnya kurang stabil dan dapat diprediksi," katanya, menurut terjemahannya.

"Pada abad ke-20, kegagalan dan ketidakmampuan untuk menyelesaikan masalah-masalah seperti itu secara terpusat mengakibatkan bencana Perang Dunia II. Tentu saja, sekarang ini konflik yang memanas seperti itu tidak mungkin terjadi, saya harap secara prinsip tidak mungkin, karena itu berarti akhir dari peradaban kita," paparnya.

"Tapi saya ingin tegaskan, bahwa situasi mungkin berkembang tak terduga dan tak terkendali jika kita akan duduk di tangan kita tanpa melakukan apa pun untuk menghindarinya. Dan ada kemungkinan bahwa kita mungkin mengalami keruntuhan aktual dari perkembangan global yang mungkin mengakibatkan pertarungan semua melawan semua."

Putin, yang kemunculannya di KTT Agenda Davos tidak tercantum dalam jadwal pra konferensi, menambahkan bahwa pertarungan semacam itu tidak hanya berarti "penghancuran nilai-nilai tradisional" tetapi juga kebebasan fundamental. Tanggung jawab bersama hari ini adalah untuk menghindari masa depan yang distopik, tambahnya.

Tahun 2020 merupakan tahun yang didominasi oleh pandemi. Tetapi gerakan dan peristiwa politik juga mengemuka, mulai dari protes Black Lives Matter hingga pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) pada November yang membuat pemilih Amerika lebih terpolarisasi daripada sebelumnya.

Penampilan Putin tersebut menimbulkan perdebatan. Tetapi Klaus Schwab, pendiri dan ketua eksekutif WEF, memperkenalkan Putin dengan mengatakan bahwa Rusia adalah peserta lama, dan penting agar dialog yang konstruktif terus berlanjut pada saat ada perselisihan dan perbedaan.

Pertemuan kepala negara di WEF sudah berlangsung sejak 25 Januari. Rencananya acara yang diigelar virtual itu berakhir 29 Januari.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading