Internasional

Putin Ngamuk? 1.400 Warga Rusia "Dikandangin"

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
22 April 2021 12:50
People clash with police during a protest against the jailing of opposition leader Alexei Navalny in St.Petersburg, Russia, Saturday, Jan. 23, 2021. Russian police on Saturday arrested hundreds of protesters who took to the streets in temperatures as low as minus-50 C (minus-58 F) to demand the release of Alexei Navalny, the country's top opposition figure. A Navalny, President Vladimir Putin's most prominent foe, was arrested on Jan. 17 when he returned to Moscow from Germany, where he had spent five months recovering from a severe nerve-agent poisoning that he blames on the Kremlin. (AP Photo/Dmitri Lovetsky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas berwenang Rusia menangkap lebih dari 1.400 pengunjuk rasa, Rabu (23/4/2021). Mereka adalah pendukung kritikus Kremlin yang dipenjara, Alexei Navalny.

Unjuk rasa sebelumnya diadakan untuk menuntut agar pemerintahan Presiden Vladimir Putin memperhatikan kesehatan Navalny. Kondisinya diberitakan memburuk dalam tahanan.


"Ini adalah salah satu teriakkan terakhir dari Rusia yang merdeka, seperti yang dikatakan banyak orang. Kami keluar untuk Alexei ... melawan perang di Ukraina dan propaganda liar," kata Marina, seorang mahasiswa di protes Moskow, dikutip Reuters.

OVD-Info, sebuah kelompok yang memantau protes dan penahanan, mengatakan 1.496 orang telah ditangkap. Mereka termasuk 662 warga di St. Petersburg dan 95 di kota Ufa, Ufa.

Para pengunjuk rasa di pusat kota Moskow meneriakkan "Freedom to Navalny!" dan "Biarkan Dokter Masuk!". Istri Navalny, Yulia, bergabung dalam unjuk rasa di ibu kota, tempat para demonstran meneriakkan namanya.

Pihak oposisi berharap aksi unjuk rasa itu akan menjadi yang terbesar dalam sejarah Rusia modern. Mereka menyebutnya sebagai upaya untuk menyelamatkan nyawa Navalny dengan membujuk pihak berwenang agar mengizinkan dokternya sendiri untuk merawatnya.

Sementara itu Komisioner Hak Asasi Manusia (HAM) negara bagian, Tatyana Moskalkova, mengatakan empat dokter dari luar badan penjara federal telah mengunjungi Navalny pada hari Selasa. Rusia mengatakan dia telah diperlakukan seperti tahanan lainnya.

"Mereka tidak menemukan masalah kesehatan yang serius," katanya.

Konfrontasi atas nasib Navalny adalah titik nyala dalam hubungan Moskow yang mengerikan dengan Barat. Sebelumnya Navalny dilarikan ke Jerman akibat menerima racunyang diduga buatan para intelijen Rusia.

Bahkan, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dalam sebuah wawancara menyebut Putin seorang pembunuh akibat percobaan pembunuhan ini.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading