Sepekan PSBB, eh PPKM, Kok Kasus Corona Nggak Bisa Direm?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
18 January 2021 11:49
Petugas medis menyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac kepada tenaga medis di Rumah Sakit Siloam, Jakarta (14/1/2021). Vaksinasi tahap awal akan menargetkan 1,48 juta Nakes yang di jadwalkan berlangsung Januari 2021. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sudah sepekan Indonesia menjalani pengetatan pembatasan sosial yang kali ini diberi nama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), bukan lagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tujuan dari kebijakan itu adalah menekan angka kasus pasien positif virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19).

PPKM dimulai pada 11 Januari dan rencananya berakhir 25 Januari. Berarti sekarang sudah setengah jalan, tinggal separuh lagi.


PPKM lebih bersifat lokal, pemerintah membatasi aktivitas dan mobilitas warga di sejumlah provinsi Jawa-Bali. Di DKI Jakarta adalah seluruh wilayah ibu kota. Jawa Barat ada Kota Bogor, Kabupaten Bogot, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Cimahi.

Di Jawa Tengah adalah Semarang Raya, Solo Raya, dan Banyumas Raya. Kemudian Di Yogyakarta adalah Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulonprogo.

Sementara di Jawa Timur adalah Surabaya Raya dan Malang Raya. Terakhir di Bali, ada Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Di daerah-daerah tersebut, 75% karyawan diimbau untuk bekerja dari rumah (work from home). Kegiatan belajar-mengajar juga masih dilakukan secara jarak jauh.

Pusat perbelanjaan wajib tutup pukul 19:00. Restoran masih boleh menerima pelanggan yang makan-minum di tempat, tetapi hanya 25% dari kapasitas lokasi.

Kemudian rumah ibadah masih boleh membuka pintu bagi jamaah, tetapi hanya 50% dari kapasitas. Sedangkan lokasi pariwisata yang dikelola pemerintah sama sekali tidak boleh beroperasi.

Kasus Corona Meledak
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading