Gawat! Kematian Akibat Covid-19 di Jerman Tembus 40.000 Jiwa

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
10 January 2021 21:00
People walk the main shopping street in Cologne Germany, Wednesday, Dec. 16, 2020. Germany has entered a harder lockdown, closing shops and schools in an effort to bring down stubbornly high new cases of the coronavirus. (AP Photo/Martin Meissner)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus kematian akibatĀ Covid-19 di Jerman secara kumulatif per Minggu (10/1/2021) menembus 40 ribu jiwa. Kendati demikian, situasi yang terburuk masih harus dilalui masyarakat beberapa pekan ke depan.

Melansir AFP, Minggu (10/1/2021) Jerman mencatat sebanyak 465 kematian selama 24 jam terakhir. Sebagaimana disampaikan oleh Institut Robert Koch untuk Pengendalian Penyakit, angka ini menjadikan jumlah korban terus mengalami peningkatan menjadi 40.343.

Hingga saat ini, lebih dari 1,9 juta orang telah terinfeksi dengan hampir 17 ribu kasus baru ditambahkan sejak Sabtu. Kanselir Jerman Angle Merkel juga mengatakan dampak dari sosialisasi selama periode libur Natal dan Tahun Baru belum muncul dalam statistik.

Dia memperingatkan masyarakat di Jerman bahwa minggu-minggu musim dingin mendatang ini akan menjadi fase pandemi yang paling sulit. Hal itu karena banyak dokter dan staf medis bekerja dalam batas kemampuan mereka.

Jerman dinilai memiliki nasib lebih baik daripada banyak negara Eropa lainnya selama gelombang Covid-19 pertama di musim semi. Sayangnya, Jerman terpukul oleh gelombang kedua.

Negara berpenduduk 83 juta orang ini telah memberlakukan pembatasan guna membatasi kontak sosial dan membantu rumah sakit mengatasi lonjakan pasien.


Lebih dari 5.000 pasien Covid-19 saat ini dalam perawatan intensif dengan lebih dari 80 persen tempat tidur perawatan intensif terisi. Jerman telah menutup sekolah dan toko-toko yang tidak penting, fasilitas budaya dan rekreasi hingga setidaknya 31 Januari dengan harapan dapat memperlambat penyebaran.

Seperti negara UE lainnya, Jerman mulai melakukan vaksinasi warganya terhadap Covid-19 pada akhir Desember menggunakan Pfizer/BioNTech. Lebih dari setengah juta orang telah menerima suntikan itu sejauh ini.

Vaksin kedua, yang dikembangkan oleh perusahaan AS Moderna, akan diluncurkan dalam beberapa hari mendatang.

Merkel mengakui kampanye vaksin dimulai dengan lambat. Tetapi temponya akan meningkat.

"Yang penting adalah kami dapat mengatakan, kami akan memiliki cukup vaksin yang tersedia untuk semua orang di Jerman," ujar Merkel.

"Bulan demi bulan kami akan menyuntik lebih banyak orang dan pada akhirnya kami akan dapat menawarkan vaksin tersebut kepada siapa saja yang menginginkannya," lanjutnya.

Merkel mengatakan, vaksin memberi harapan bahwa dunia dapat menaklukkan pandemi. Namun, dia mendesak warga Jerman untuk tetap bersabar dan mengatakan pembatasan yang dilakukan saat ini harus dilakukan.

Sebuah survei oleh Bild am Sonntag menyebut 56% orang Jerman setuju dengan langkah-langkah terbaru untuk membendung penyebaran virus. Namun, 25% responden lainnya mengatakan pembatasan tidak cukup ketat. Sementara itu hanya 16% yang mengatakan aturannya terlalu ketat.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading