Internasional

Buntut Rusuh Berdarah di Capitol, Dua Menteri Trump Mundur

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
08 January 2021 10:26
President Donald Trump arrives to speak at a rally Wednesday, Jan. 6, 2021, in Washington. (AP Photo/Jacquelyn Martin)

Jakarta, CNBC Indonesia - Unjuk rasa yang ricuh dan disertai pengepungan gedung parlemen The Capitol di Washington DC oleh massa pendukung Presiden AS Donald Trump ternyata telah membuahkan kekecewaan besar bagi anggota kabinet Trump.

Bahkan dua anggota kabinet Trump yaitu Menteri Transportasi Eliene Chao dan Menteri Pendidikan Betsy DeVos, memutuskan untuk mengundurkan diri.

Mengutip Guardians, Chao memutuskan untuk mengundurkan diri terlebih dahulu. Pada Kamis sore (7/1), Chao mengunggah pesan ke Twitter-nya bahwa keputusan ini ia ambil karena rasa terusik yang besar terhadap apa yang terjadi di Capitol.


"Saat saya yakin bahwa insiden ini menjadi permasalahan baru bagi anda semuanya, saya pun merasa sangat merasa terusik dengan kejadian ini dan saya tidak bisa mengesampingkan hal itu," tulis Chao dalam laporan pengunduran dirinya.

Menteri Pendidikan Betsy DeVos pun mengikuti jejak Chao. Dalam sebuah pernyataan, dia mengatakan kekerasan di Capitol Hill Rabu adalah "titik perubahan".

DeVos adalah salah satu anggota kabinet terlama dan paling kontroversial Trump. Dia adalah sekutu setia dalam membatalkan perlindungan anti-diskriminasi untuk anak transgender, dan mengancam akan mengambil dana dari sekolah yang menghambat kemungkinan atlet transgender untuk berpartisipasi dalam tim yang sesuai dengan jenis kelamin mereka.

Dalam surat perpisahan kepada Kongres AS di awal pekan ini, dia mendesak anggota parlemen untuk menolak kebijakan yang didukung oleh Joe Biden, sang presiden AS terpilih.

Selain dua anggota kabinet ini, sudah delapan pejabat yang terkait dengan Trump dan lingkaran dalamnya mengatakan mereka mundur, termasuk anggota tim Melania Trump. Ini terjadi setelah aksi massa anarkis yang menyerbu The Capitol saat terjadi pemungutan suara kongres untuk mengesahkan kemenangan Joe Biden pada Pilpres 3 November lalu.

Bahkan saat ini beberapa loyalis Trump telah berbalik menjadi kontra melawan presiden asal New York itu, salah satunya adalah penasihat keamanan nasional, Robert O'Brien.

Dalam akun Twitter-nya ia mencuitkan pujian terhadap perilaku wakil presiden, Mike Pence, yang menolak tekanan Trump untuk membatalkan sertifikasi pemilu, sementara dia tidak menyebut Trump.

"Saya baru saja berbicara dengan Wakil Presiden Pence. Dia benar-benar pria yang baik dan sopan. Dia menunjukkan keberanian hari ini seperti yang dia lakukan di Capitol pada 9/11 sebagai anggota kongres. Saya bangga bisa melayani bersamanya," pungkasnya.

Sementara itu, di luar para pihak yang mundur, Trump juga dilaporkan telah memecat beberapa orang yang mengkritiknya atas insiden kekacauan itu. Gabriel Noronha, seorang petinggi kementerian luar negeri dipecat setelah mengatakan Trump "harus pergi" karena dorongannya agar massa menyerbu Capitol.

Akibat hal ini beberapa pejabat senior pemerintahan seperti Ketua DPR Nancy Pelosi juga mulai berbicara tentang permintaan amandemen ke-25 untuk mencopot presiden sebelum masa jabatannya berakhir pada 20 Januari.

Dalam pengepungan yang dilakukan oleh massa pendukung Trump dilaporkan menewaskan empat korban jiwa.

Dikutip Forbes, otoritas Washington DC mengatakan bahwa tiga orang tewas di sekitar halaman Capitol karena keadaan darurat medis. Sementara seorang wanita, yang diidentifikasi sebagai wanita asal San Diego, Ashli Babbitt, ditembak di dalam Gedung Capitol setelah massa pro-Trump bentrok dengan kepolisian dan memaksa anggota parlemen untuk dievakuasi.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading