Internasional

AS Chaos, Trump Mau Dicopot Segera dari Kursi Presiden

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
07 January 2021 14:29
Robert Ramsey of Tulsa, Okla., wears a Trump mask at a rally at the Oklahoma Capitol, Wednesday, Jan. 6, 2021, in Oklahoma City. (AP Photo/Sue Ogrocki)

Jakarta, CNBC Indonesia -Kekacauan yang terjadi di Gedung Kongres AS, Capitol Hill berbuntut panjang. Petahana saat ini Donald Trump terancam dicopot dari kursi presiden, meski masa jabatannya memang tinggal menghitung hari.

Anggota Komite Kehakiman DPR AS mendesak Wakil Presiden Mike Pence dan anggota cabinet mengajukan Amandemen ke-25 Konstitusi AS. Amademen itu berisi pernyataan tentang ketidakmampuan presiden menjalankan tugasnya, yang bisa membuat wapres menjadi Presiden.


"Dalam pengumuman video, Presiden Trump seperti mengungkapkan dirinya tidak sehat secara mental dan masih belum bisa memproses dan menerima hasil Pipres," kata Anggota Kehakiman DPR dalam sebuah pernyataan Rabu (6/1/2021) waktu setempat.

"Kelakuan Presiden Trump untuk menghasut kekerasan dan sosial untuk membatalkan hasil Pikpres dengan paksa jelas memenuhi standar ini."

Bukan hanya DPR AS saja, Partai Republik yang mendukung Trump juga mengungkapkan tengah berdiskusi untuk menerapkan Amademen ke-25 itu guna pemcopotan sang pengusaha. Dua politikus partai menyebut Trump harus dimakzulkan.

"Dia harus dimakzulkan dan dicopot," ucap salah satu pejabat yang enggan disebut namanya, dikutip dari CNN International.

Sementara itu, Kepala Asosiasi Produsen Nasional yang mewakili 14.000 perusahaan AS juga meminta pencopotan secara serius dipertimbangkan. Dikutip CNBC International,pernyataan itu muncul ketika para pemimpin perusahaan dan lembaga keuangan terkemuka di AS memberikan pernyataan mengutuk penyerbuan massa Trump ke Capitol Hill.

Mereka mengecam bentrokan di Washington. Mereka mengatakan peristiwa yang terjadi bukan visi Amerika yang diyakini oleh produsen.

Sejauh ini dilaporkan 4 orang tewas dalam kejadian tersebut sementara 45 orang lainnya telah ditahan oleh pihak berwenang. Meski sempat dihentikan sementara saat ini DPR dan Senat AS telah kembali memulai rapat pengesahan hasil Pemilu AS.

Sebelumnya Trump memang mengajak massa-nya melakukan demo di Rabu pagi. Dari akhir Desember, ia telah sesumbar demo bakal liar terjadi.

Saat pendukungnya masuk ke Capitol, Trump sempat mencuitkan dukungan meski kemudian dihapus. Ia akhirnya menulis ajakan untuk tetap berdemo dengan damai.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading