Internasional

Massa Trump Ngamuk! Serbu Capitol AS, Pengesahan Biden Setop

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
07 January 2021 06:07
A supporter of President Donald Trump attends a rally at Freedom Plaza, Saturday, Dec. 12, 2020, in Washington. (AP Photo/Luis M. Alvarez)

Jakarta, CNBC Indonesia - Unjuk rasa menolak pengesahan kemenangan Joe Biden dalam Pilpres 2020 benar-benar terjadi Rabu (6/1/2021) di Washington D.C, AS. Sebelumnya ajakan demo besar-besaran digaungkan oleh petahana Presiden Donald Trump.

Para pendukung Trump, yang menyebut diri mereka Gerakan Penyelamatan AS, menggunakan topi merah yang jadi simbol kampanye mantan pengusaha real estate itu. Trump pun benar-benar memenuhi janjinya datang ke protes yang ia janjikan sebelumnya bakal berlangsung liar.


"Kita tidak akan mengakuinya (hasil pilpres) ketika terjadi kecurangan," kata Trump di atas panggung di depan massa, dikutip dari Reuters Kamis (7/1/2021). "Negeri kita sudah muak".

Namun sayangnya demo tersebut tak berjalan damai. Situasi panas terjadi akibat bentrok antara aparat dan pendukung Trump yang berasal dari milisi sayap kanan Proud Boys.

Demo ini dilakukan tepat saat Parlemen AS tengah rapat untuk mengesahkan hasil Pilpres 2020 dan menetapkan Biden sebagai pemenang. Massa yang rusuh mencoba menghentikan rapat dan menembus barikade polisi.

Aparat bahkan menembakkan gas air mata guna mengamankan situasi. Garda Nasional, pasukan semi militer AS, juga diterjunkan. Kepolisian menyatakan sejumlah anggota luka-luka karena bentrokan.

Akibat makin panasnya situasi ini DPR dan Senat AS akhirnya menghentikan sementara rapat pengesahan Biden yang tengah berlangsung. Apalagi, pendukung Trump diketahui melanggar batas keamanan dan memasuki gedung Kongres, Capitol Hill, setelah bentrok dengan polisi.

"Tanpa keberatan, majelis memutuskan dewan reses," kata anggota kongres Jim McGovern, sambal membanting palu diiringi suara keras teriakkan dari massa di luar ruangan, sebagaimana dikutip AFP.

Pejabat di Capitol juga mengumumkan penguncian. Anggota parlemen bahkan mengatakan di Twitter bahwa mereka berlindung di kantor mereka ketika beberapa massa Trump terlihat masuk dan berjalan melalui gedung.

"Keamanan kamar dan Polisi Capitol mencabut senjata mereka saat pengunjuk rasa menggedor pintu depan kamar," cuit anggota kongres Dan Kildee.

"Kami telah diperintahkan untuk berbaring di lantai dan memakai masker gas kami."


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading