Internasional

AS Mencekam! Massa Trump Lockdown Capitol, Militer AS Turun

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
07 January 2021 06:51
Trump supporters rally Wednesday, Jan. 6, 2021, at the Capitol in Washington. As Congress prepares to affirm President-elect Joe Biden's victory, thousands of people have gathered to show their support for President Donald Trump and his claims of election fraud. (AP Photo/Julio Cortez)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) telah memutuskan untuk mengirim pasukan semi militer Garda Nasional ke Ibukota Washington DC dan negara bagian tetangga. Ini terjadi setelah pengunjuk rasa yang mendukung Presiden Donald Trump menyerbu Capitol Hill AS pada Rabu (6/1/2021) waktu setempat.

Dilansir AFP, Juru bicara Gedung Putih Kayleigh McEnany mengatakan dalam cuitannya bahwa Trump telah mengarahkan pemanggilan pasukan Garda Nasional "bersama dengan layanan perlindungan federal lainnya" untuk menangani kerusuhan.


"Kami mengulangi seruan Presiden Trump terhadap kekerasan dan untuk tetap damai," katanya, setelah pengunjuk rasa dengan spanduk Trump menutup badan legislatif AS untuk memprotes kemenangan pemilihan Joe Biden di Pilpres 2020.

Juru Bicara Pentagon Jonathan juga mengatakan seluruh pasukan penjaga Washington DC yang berkekuatan 1.100 orang telah dipanggil untuk mendukung penegakan hukum federal. Sementara negara tetangga Virginia dan Maryland mengumumkan bahwa mereka mengerahkan pasukan penjaga dan polisi negara bagian.

Pejabat di gedung kongres Capitol mengumumkan penguncian (lockdown). Anggota parlemen mengatakan di Twitter bahwa mereka berlindung di kantor mereka, ketika pengunjuk rasa, yang beberapa dari mereka memegang bendera Trump,terlihat berjalan melalui gedung.

Hal ini mengakibatkan sidang penetapan Joe Biden sebagai Presiden AS diputuskan untuk reses sementara akibat tindakan penguncian yang dilakukan. "Tanpa keberatan, pimpinan menyatakan DPR sedang istirahat," kata anggota kongres Jim McGovern, sambil mengetuk palu saat teriakan keras dan gangguan terdengar di galeri umum di ruangan itu.

Sebelumnya, unjuk rasa menolak pengesahan kemenangan Joe Biden terjadi di Washington D.C, AS.  Para pendukung Trump, yang menyebut diri mereka Gerakan Penyelamatan AS, menggunakan topi merah yang jadi simbol kampanye mantan pengusaha real estate itu.

Trump juga hadir sebelum kerusuhan terjadi. "Kita tidak akan mengakuinya (hasil pilpres AS 2020) ketika terjadi kecurangan. Negeri kita sudah muak," kata Trump di atas panggung di depan massa dikutip Reuters.

Namun sayangnya demo tersebut tak berjalan damai. Situasi panas terjadi akibat bentrok antara aparat dan pendukung Trump yang berasal dari milisi sayap kanan Proud Boys.

Massa yang rusuh mencoba menghentikan rapat dan menembus barikade polisi. Aparat bahkan menembakkan gas air mata guna mengamankan situasi. Kepolisian menyatakan terdapat korban luka.


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading