Dana Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Sudah Cair Rp 502,71 T

News - Cantika Adinda, CNBC Indonesia
30 December 2020 11:27
Infografis/Mutasi Virus Covid-19  Luar

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melaporkan, hingga 23 Desember 2020, progres realisasi program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC PEN) telah mencapai Rp 502,71 triliun, atau terealisasi 72,3% dari pagu anggaran Rp 695,2 triliun.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, mengatakan pemerintah terus berupaya memaksimalkan ekonomi masyarakat sekaligus sebagai daya ungkit pertumbuhan ekonomi nasional dan penanganan Covid-19 di bidang kesehatan.

Lebih lanjut, Kunta merinci, dua klaster dalam program PC PEN telah terealisasi lebih dari 90%, yakni klaster perlindungan sosial yang mencapai 94,7% atau sebesar Rp 217,99 triliun dari pagu anggaran yang mencapai Rp 230,21 triliun. Kemudian dari klaster UMKM, yang telah terealisasi sebesar 92,8% atau sebesar Rp 107,93 triliun dari pagu anggaran yang sebesar Rp 116,31 triliun.

Selanjutnya klaster Sektoral K/L dan Pemda mencapai realisasi 88,1% atau Rp 59,77 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp 67,86 triliun. Klaster Kesehatan realisasinya mencapai 54,4% atau Rp 54,13 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp 99,5 triliun.



Kemudian, klaster Intensif Usaha mencapai realisasi 45,4% atau Rp 54,73 trililun dari alokasi anggaran Rp 120,61 triliun, dan yang terakhir klaster. Pembiayaan Korporasi mencapai realisasi 13,4% atau Rp 8,16 triliun, dari alokasi anggaran sebesar Rp 60,73 triliun.

"Realisasi program PEN menunjukkan akselerasi yang terus meningkat pada kuartal IV-2020 ini, yang mencapai Rp 184,3 triliun jika dibandingkan dengan realisasi 30 September 2020 yang sebesar Rp 318,48 triliun," jelas Kunta dalam keterangan resmi, Rabu (30/12/2020).



Kemudian, Kunta menyebut, klaster perlindungan sosial yang telah mencapai realisasi 100% di antaranya adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan beras, kartu sembako dan bantuan tunai, bansos Jabodetabek, bansos non tunai Jabodetabek, bantuan subsidi upah/gaji, bantuan subsidi upah/gaji bagi pendidik dan tenaga kependidikan non-PNS di Kemendikbud dan Kemenag.

Selebihnya, progres realisasi pada klaster perlindungan sosial seperti Kartu Prakerja telah mencapai 99,5%, namun telah mencapai 5,6 juta penerima manfaat sesuai target. Kemudian program diskon listrik telah mencapai 84,4%. Hanya BLT Dana Desa yang realisasinya baru mencapai 64,43%.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pemerintah Sudah 'Guyur' Rp 316 T Untuk Covid dan Ekonomi


(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading