Inflasi Inti Terendah dalam Sejarah, Tanda Daya Beli Hancur!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
01 December 2020 12:46
Bongkar Muat Cabai Merah di Pasar Kramat Jati (CNBC Indonesia/Tris Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Laju inflasi Indonesia semakin cepat, mimpi buruk deflasi selama tiga bulan beruntun sudah berlalu. Namun bukan berarti daya beli rakyat sudah kembali seperti masa sebelum pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19).

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi November 2020 sebesar 0,28% month-to-month (MtM). Terakselerasi dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 0,07%.

Sementara inflasi tahunan (year-on-year/YoY) per November 2020 berada di 1,59%. Juga lebih cepat dibandingkan Oktober 2020 yang sebesar 1,44%.


Menurut kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi terbesar. Angkanya mencapai 0,86% MtM dan 2,87% YoY.

"Memang perlu diwaspadai terkait dimulainya musim penghujan dan libur panjang. Ke depan, terkait cuaca seperti ombak dan curah hujan tinggi bisa menghambat distribusi barang dari produsen ke konsumen," kata Setianto, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS.

Setianto menambahkan, komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga di antaranya adalah daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai merah. Biasanya pasokan komoditas-komoditas ini terkendala saat musim hujan, baik dari produksi maupun distribusinya.

Maaf, Daya Beli Belum Kembali
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading