Ada Vaksin, Pertumbuhan Ekonomi Diramal Tertinggi Sejak 1976!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
25 November 2020 12:37
FILE - In this May 25, 2020, file photo, a lab technician extracts a portion of a COVID-19 vaccine candidate during testing at the Chula Vaccine Research Center, run by Chulalongkorn University in Bangkok, Thailand. As the race for a vaccine against the new coronavirus intensifies, many rich countries are rushing to the front of the line by placing advance orders for the inevitably limited supply to guarantee their citizens are immunized first.  (AP Photo/Sakchai Lalit, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Awalnya 2020 diperkirakan menjadi tahun kebangkitan. Setelah dua tahun ekonomi dunia lesu gara-gara perang dagang Amerika Serikat (AS) vs China (dan negara-negara lain), 2020 adalah titik baliknya.

Bukan apa-apa, AS dan China menyepakati perjanjian damai dagang fase I pada pertengahan Januari. Satu masalah besar yang merongrong perekonomian dunia berhasil diatasi. Saatnya untuk maju dong?

Salah. Ternyata kemudian muncul masalah baru yang jauh lebih pelik.


Di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China muncul penyakit pneumonia akibat serangan virus corona jenis baru. Kebetulan saat itu warga Negeri Tirai Bambu sedang merayakan libur Tahun Baru Imlek, yang merupakan puncak mobilitas. Rakyat China berbondong-bondong mudik ke kampung halaman, pelesiran ke luar kota, sampai traveling ke luar negeri.

Warga Kota Wuhan pun tidak terkecuali. Mereka melakukan perjalanan ke luar kota dan luar negeri, membawa virus dan membuatnya menyebar.

Nasi sudah menjadi bubur. Kini penyakit akibat virus corona, sekarang diberi nama Coronavirus Disease-2019/Covid-19), menjadi pandemi global yang menyebar di lebih dari 200 negara dan teritori.

Menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah pasien positif corona per 24 November mencapai 58.900.547 orang. Bertambah 463.730 orang (0,79%) dibandingkan posisi hari sebelumnya,

Dalam 14 hari terakhir (11-24 November), rata-rata pasien baru bertambah 580,179 orang setiap harinya. Lebih tinggi ketimbang 14 hari sebelumnya yaitu 521.384 orang per hari.

Ekonomi Jatuh ke 'Jurang' Resesi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading