Parah! Resto-Resto di Mal Bertumbangan, Mati Pelan-Pelan

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
24 November 2020 17:35
Ilustrasi Restoran. CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha restoran banyak yang memilih menutup usahanya secara sementara bahkan permanen karena tekanan pandemi yang berat dan belum berkesudahan. Buktinya terjadi di restoran-restoran yang berada di pusat perbelanjaan.

Wakil Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Sudrajat mengatakan kondisi bisnis restoran khususnya di DKI Jakarta saat ini sudah sangat parah.

"Restoran banyak yang tutup, saya survei ke lapangan mal di Jakarta Selatan, kelihatan sepi, dan malah mau siap-siap untuk tutup. Sudah parah banget," kata Founder Breso Resto & Coffee dan De Solo Boutique Hotel ini kepada CNBC Indonesia, Selasa (24/11).


Ia mencontohkan gerai restoran Breso Resto & Coffee miliknya di Jakarta, kini dua gerai sudah tutup, sedangkan satu gerai lagi tetap buka tapi dengan operasi yang sangat terbatas. Ia mengatakan terpaksa tetap membuka restorannya karena kasihan dengan para pegawai.

"Restoran yang masih buka, pekerja satu hari masuk, satu hari libur. Biasanya satu gerai ada 20 karyawan, sekarang hanya 6 karyawan saja," keluhnya.

Sudrajat mengakui pemerintah memang berat dalam mengatasi covid-19, sebab bila aktivitas terlalu dibuka maka kasus akan meningkat. Bila kasus covid-19 sudah meningkat, maka ujung-ujungnya bisnis dan ekonomi makin tertekan.

"Saya berpikir kalau berkepanjangan terus, pebisnis makin berat, ya udah sekalian saja kayak di Bali, nyepi dua pekan," katanya.

Soal kondisi restoran yang makin berat khususnya di DKI Jakarta, juga disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) bidang restoran Emil Arifin mengatakan fenomena bertumbangan restoran sangat tampak di mal-mal di DKI Jakarta.

"Coba sekali-kali ke mal, cuman ada beberapa restoran di mal-mal yang buka. Saya cek di PIM, Kokas, Senayan City, masih banyak restoran yang tutup," kata Emil kepada CNBC Indonesia, Selasa (24/11).

Ia mengatakan berdasarkan data survei September 2020 dari sekitar 9.054 restoran di DKI Jakarta, sebanyak 4.469 restoran dilakukan survei termasuk yang operasi mal. Hasilnya sebanyak 1.033 restoran atau sekitar 10% dengan berat hati terpaksa tutup selamanya alias permanen karena tak kuat lagi.

Sedangkan sebanyak 429 restoran tutup sementara alias masih bisa buka lagi sambil menunggu perkembangan. Emil memperkirakan ada sekitar 4.000 lebih restoran di pusat perbelanjaan. Sebagian besar disebutnya juga sudah menutup operasi. Ia mendesak agar PSBB Transisi di DKI Jakarta diperlonggar agar memberi napas bagi pebisnis restoran terutama soal batas 50% pengunjung mal.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading