Masih Pakai BBM Premium, RI Sejajar dengan Negara Miskin Ini

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
24 November 2020 13:33
Harga BBM Sepekan

Jakarta, CNBC Indonesia - Tak banyak negara di dunia yang masih menggunakan bensin dengan nilai oktan (Research Octane Number/ RON) rendah seiring dengan kampanye mengatasi dampak perubahan iklim global.

Bensin dengan kadar oktan rendah dinilai tidak ramah lingkungan karena emisi yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan bensin berkadar oktan tinggi.

Saat ini hanya ada tujuh negara di dunia yang masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dengan RON di bawah 90, termasuk Indonesia di dalamnya. Keenam negara lainnya yaitu Bangladesh, Colombia, Mesir, Mongolia, Ukraina, dan Uzbekistan.


Indonesia bila dibandingkan dengan enam negara lainnya tersebut bisa dikatakan memiliki Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product/ GDP) paling tinggi dan GDP per kapita ketiga terbesar di antara tujuh negara ini.

Berdasarkan data Bank Dunia (World Bank) untuk 2019, Indonesia memiliki GDP tertinggi di antara enam negara lainnya yakni mencapai US$ 1,12 triliun, sementara negara lainnya paling besar hanya ratusan miliar dolar seperti Mesir, Colombia dan Bangladesh yang berada di kisaran US$ 300 miliar. Bahkan terendah Mongolia dengan GDP 2019 hanya sebesar US$ 13,85 miliar.


Berdasarkan data World Bank (2019):

Negara

GDP (US$)

GDP per Kapita (US$)

Bangladesh

302,57 Miliar

1.855,7

Colombia

323,80 Miliar

6.432,4

Indonesia

1,12 Triliun

4.135,6

Mesir

303,17 Miliar

3.020,0

Mongolia

13,85 Miliar

4.295,2

Ukraina

153,78 Miliar

3.659,0

Uzbekistan

57,92 Mi;iar

1.724,8

Sedangkan bila dibandingkan dengan sembilan negara di Asia Pasifik, hanya Indonesia lah yah masih menggunakan bensin dengan RON 88, satu level di bawah China yang masih menggunakan bensin RON 89. Sementara negara-negara lainnya telah menggunakan bensin minimal RON 91, berdasarkan data Mc Kinsey.

Adapun negara-negara yang menggunakan bensin minimal RON 91 antara lain Australia, Thailand, Filipina, India dan Myanmar. Sementara untuk minimal RON 92 diberlakukan di Singapura dan Vietnam. Sementara Malaysia sudah menerapkan bensin dengan minimal RON 95.

Pengamat Ekonomi dan Mantan Ketua Tim Anti Mafia Migas Faisal Basri pun menyarankan agar tak hanya Premium, namun bensin dengan RON di bawah 91 seperti Pertalite juga dihapus. Apalagi, lanjutnya, di pasar internasional juga tidak ada lagi yang menjual bensin RON 90 maupun RON 88.

"Ini moment yang baik untuk bunuh Pertalite sekalian. Tidak ada di dunia jual bensin di bawah RON 90 kecuali tujuh negara termasuk Indonesia. Kalau dibunuh Pertalite dan Premium, kita bisa jual bensin dengan kualitas baik dan murah, kalau pakai patokan Malaysia," tuturnya kepada CNBC Indonesia, Senin (23/11/2020).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pertamina Perkirakan Penjualan Premium Turun 21% vs Kuota


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading