Rp 6.450, Harga Pertalite di Jakarta Sekarang Setara Premium!

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
16 November 2020 15:27
Pengendara motor mengatre untuk mengisi bahan bakar Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (17/9/2020). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) terus menggencarkan penjualan produk bahan bakar minyak (BBM) yang lebih ramah lingkungan melalui Program Langit Biru.

Melalui Program Langit Biru ini, Pertamina memberikan harga khusus bensin jenis Pertalite dengan nilai oktan (Research Octane Number/ RON) 90 menjadi seharga Premium yang merupakan bensin dengan nilai oktan lebih rendah, yakni 88.

Setelah dua hari diberlakukan di Kabupaten Serang dan Kota Cilegon, Banten, per kemarin, Minggu (15/11/2020), Pertamina memberlakukan harga khusus Pertalite seharga Premium ini di DKI Jakarta, tepatnya di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.


Hal tersebut disampaikan Unit Manager Communication, Relation & CSR Marketing Operation Region III Eko Kristiawan kepada CNBC Indonesia, Senin (16/11/2020).

"Ada Program Langit Biru, sehingga Pertalite harganya khusus yaitu setara dengan Premium di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara sejak hari Minggu, 15 November," tuturnya kepada CNBC Indonesia, Senin (16/11/2020).

Seperti diketahui, harga normal Pertalite yakni sekitar Rp 7.650 per liter, sedangkan harga Premium yaitu Rp 6.450 per liter, sehingga harga khusus ini ada penurunan sekitar Rp 1.200 per liter.

Eko menyebutkan, harga khusus Pertalite di DKI Jakarta ini berlaku di 29 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terdiri dari 11 SPBU di Jakarta Pusat dan 18 SPBU di Jakarta Utara.

"Dapat dikenali dengan adanya pemasangan spanduk di totem SPBU," ujarnya.

Dia mengatakan, perseroan terus membuka peluang untuk memperluas cakupan wilayah program dengan berkoordinasi dengan pemerintahan daerah setempat. Menurutnya, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi pun sudah diterapkan harga khusus Pertalite ini.

Penerapan harga khusus ini menurutnya akan dievaluasi setelah berjalan selama dua bulan.

"Setelah berjalan dua bulan akan dievaluasi," imbuhnya.

Program ini berlaku untuk konsumen kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga, angkutan umum kota (angkot) serta taksi plat kuning.

Awalnya, harga khusus Pertalite ini berlaku di Denpasar, Bali dan Tangerang Selatan, lalu diperluas ke sejumlah wilayah di Jawa, Bali, dan Sumatera.

Sebelumnya, CEO Subholding Commercial and Trading Pertamina Mas'ud Khamid sempat menuturkan bahwa perseroan mengurangi penjualan Premium secara bertahap dan menurunkan harga bensin Pertalite seharga Premium dalam periode tertentu.

Hal ini seiring dengan upaya perseroan untuk mendorong konsumen agar menggunakan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih ramah lingkungan sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.20 tahun 2018.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading