Covid-19 Memang Biang Kerok, Orang Miskin RI Tambah Banyak!

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
24 November 2020 09:31
Potret Kemiskinan Ibu Kota di Tengah Pandemi (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pandemi Covid-19 menimbulkan dampak yang besar bagi Indonesia. Salah satunya bertambah jumlah kemiskinan yang seharusnya turun.

"Seandainya tidak terjadi Covid sebenarnya kita memproyeksikan jumlah kemiskinan di Indonesia akan menurun di bawah 9% yaitu 8,9%," ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (24/11/2020).

Menurutnya, Covid-19 muncul dan langsung menghantam perekonomian dan menekan terutama kelas menengah bawah. Hal itulah yang membuat kemiskinan kembali bertambah.

Oleh karenanya, pemerintah berupaya memberikan bantuan terutama kepada kelompok menengah bawah tersebut yang kehilangan pendapatan karena pandemi ini. Bantuan disiapkan melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang di dalamnya ada perlindungan sosial.

Melalui perlindungan sosial ini, pemerintah menyiapkan anggaran untuk memberikan bantuan sosial baik berupa tunai hingga sembako. Dengan bantuan tersebut maka, kenaikan kemiskinan yang signifikan bisa diminimalisir.

"Akibat Covid maka kenaikan dari jumlah kemiskinan sebetulnya mencapai 10,96% namun dengan adanya perlindungan sosial, bantuan sosial, maka kita bisa menurunkan dampak buruknya dari yang seharusnya 10,96% menjadi 9,69%. Jadi lebih rendah satu setengah persen itu suatu angka yang cukup signifikan," jelasnya.

Dengan data tersebut ia menekankan bawah peran bantuan sosial yang diberikan pemerintah untuk membantu dan melindungi masyarakat sangat bermanfaat.

"Artinya kita tahu bahwa bansos yang diberikan cukup banyak itu memberikan bantuan," kata dia.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading