Sri Mulyani: Covid Bikin Orang Miskin Paling Menderita

News - Lidya Julita S., CNBC Indonesia
18 February 2021 12:10
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat Peresmian PT Bank Syariah Indonesia Tbk., Istana Negara, 1 Februari 2021. (Tangkapan Layar Youtube Bank Syariah Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui masyarakat miskin menjadi kelompok yang paling menderita selama pandemi Covid-19.

Sebab, pembatasan aktivitas membuat mereka kehilangan pendapatan. Seperti misalnya pedagang hingga tukang ojek.

"Jika kita melihat sisi ekonomi dari pandemi, masyarakat miskin termasuk orang yang paling menderita," ujarnya dalam webinar UI, Kamis (18/2/2021).


Menurutnya, untuk kelompok menengah ke atas juga terdampak namun tidak seburuk kelompok miskin. Oleh karenanya, bantuan sosial diberikan pemerintah terutama menyasar kelompok paling rentan yakni masyarakat miskin.

Ia menjelaskan, berbagai survei juga menyebutkan bahwa pandemi lebih banyak mempengaruhi orang miskin dibandingkan orang kaya.

"Lebih jauh pandemi ini mempengaruhi setiap bagian masyarakat yang berbeda berdasarkan pendapatan dan status ekonominya dan orang miskin lebih rentan," jelasnya.

Selain itu, selama pandemi ia menyebutkan wanita juga menjadi yang paling tertekan. Sebab, dengan pembatasan kegiatan di luar dan semuanya dilakukan di rumah dan menambah beban wanita.

Menurutnya, seorang wanita harus tetap melakukan pekerjaannya baik kantor dan pekerjaan rumah, lalu saat ini ditambah juga mendampingi anak sekolah online.

"Kemudian beban di dalam rumah, biasanya simetris, lebih banyak perempuan yang memikul lebih banyak beban," kata dia.

Kondisi ini lah yang dinilai bahwa pandemi Covid-19 membawa perubahan bagi seluruh dunia. "Pandemi Covid-19, sebuah game changer. Membawa perubahan besar yang sangat mendasar," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kasus Covid Turun 95%, Sri Mulyani: Masalah Belum Selesai!


(mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading