Kebohongan Pekerja Pizza Berujung Petaka, Australia Lockdown

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
21 November 2020 08:25
Police check drivers at a roadblock in suburban Melbourne, Australia, Thursday, July 2, 2020. Thousands of residents in dozens of suburbs of Melbourne, are preparing to lockdown for a month with the Victoria state premier warning a state-wide shutdown is possible if coronavirus cases continue to rise. (Daniel Pockett/AAP Image via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penguncian (lockdown) dilakukan di Australia Selatan untuk menghentikan corona (Covid-19). Penguncian Rabu kemarin hingga enam hari ke depan.

Kasus di wilayah tersebut melonjak tajam. Ini akibat pekerja toko pizza yang berbohong tentang bagaimana ia tertular virus corona.




Perdana Menteri Australia Selatan, Steven Marshall mengatakan seorang pria telah mengaku tertular virus setelah kunjungan singkat ke sebuah toko pizza. Namun sebenarnya ia bekerja di sana dana membuat pihak berwenang percaya virus ditularkan melalui kontak makanan.

"Salah satu kontak dekat yang terkait dengan bar pizza Woodville sengaja menyesatkan tim pelacakan kontak kami," kata Marshall dikutip dari AFP, Sabtu (21/11/2020).



"Kisah mereka tidak sesuai. Kami mengejar mereka. Sekarang kami tahu bahwa mereka berbohong," ujarnya lagi seraya mengharap pelanggan toko pizza tersebut juga melakukan pengujian.

Meski demikian komisaris polisi Grant Stevens menyebut tak akan ada tuntutan ke pria tersebut. Meski UU Manajemen Darurat mengharuskan seseorang memberi informasi valid karena permintaan.

"Tidak ada hukuman jika gagal menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan jujur," katanya.

Mengutip Worldometers, saat ini Australia mencatat total 27.790 kasus. Per Jumat ada tambahan 6 kasus. Total kematian 907 orang, sementara yang sembuh 25.509. Kasus aktif saat ini 1.374.


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading