Internasional

Australia Lockdown Lagi, Kota Ini 'Digembok' 3 Hari

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
29 March 2021 14:55
A commuter ferry departs for a trip along the Brisbane River ahead of the G20 conference in Brisbane, Australia, Thursday, Nov. 13, 2014. The annual G-20 summit is descending on the capital of Australias sunshine state with a promise to anoint it as a truly global city. (AP Photo/Mark Baker)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah kota Brisbane, Australia, memutuskan untuk menerapkan kembali tindakan penguncian (lockdown) ketat selama tiga hari mulai Senin (29/3/2021). Langkah tersebut diambil setelah terjadinya lonjakan baru kasus infeksi virus Covid-19.

Sebagaimana dilaporkan Channel News Asia, ditemukan tujuh orang positif Covid-19 di kota terbesar ketiga di negeri Kangguru itu. Infeksi ini menjadi infeksi komunitas yang cukup signifikan di Australia dan merupakan varian Inggris yang mudah menular, B117.


"Ini adalah strain Inggris. Ini sangat menular. Sekarang kita perlu melakukan ini sekarang untuk menghindari penguncian yang lebih lama," kata Perdana Menteri negara bagian Queensland Annastacia Palaszczuk.

"Kami telah melihat apa yang terjadi di negara lain. Saya tidak ingin hal itu terjadi di Queensland, saya tidak ingin hal itu terjadi di Australia."

Sekolah, restoran, dan bar akan tutup mulai pukul 17:00 hari. Namun, orang-orang masih akan diizinkan meninggalkan rumah untuk pekerjaan penting, membeli makanan, olahraga, dan perawatan medis.

Selain itu, mengenakan masker di depan umum juga menjadi kewajiban di seluruh Brisbane dan negara bagian Queensland. Pasalnya, satu orang yang terinfeksi melakukan sempat melakukan perjalanan ke kota regional Gladstone.

Untuk membatasi akses masuk dari luar negeri, jumlah kedatangan penerbangan internasional akan dikurangi setengahnya. Ini juga untuk mengurangi beban pada rumah sakit Brisbane, yang juga menangani limpahan kasus Covid-19 dari negara tetangga Papua Nugini.

Australia dianggap relatif berhasil dalam menahan penyebaran Covid-19. Negara berpenduduk 25 juta orang itu mencatatkan 29.000 kasus infeksi Covid-19 dan 909 kematian selama pandemi hingga saat ini.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading