Internasional

Lima Hari Menjabat, Presiden Negara Ini Mundur

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
16 November 2020 14:39
Manuel Merino. (AP/Luis Iparraguirre)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Interim Peru, Manuel Merino, mengundurkan diri pada Minggu (15/11/2020) setelah lima hari menjabat. Pengunduran ini merupakan buntut dari kemarahan warga atas dua kematian pada unjuk rasa beberapa minggu lalu karena pemecatan mendadak pendahulunya Martin Vizcarra.

Melansir dari Reuters, Ketua Kongres Peru Luis Valdez mengatakan semua partai politik telah setuju Merino mundur. Jika dia menolak, kata Valdez, anggota parlemen akan meluncurkan proses impeachment kepadanya.




Sementara itu warga Peru bersorak sorai merayakan kemunduran Merino. Orang-orang turun dengan mengibarkan bendera seraya menyanyikan lagu kebangsaan.

Demonstran bentrok dengan polisi dalam unjuk rasa di Lima, Peru. (AP/Rodrigo Abd)Foto: Demonstran bentrok dengan polisi dalam unjuk rasa di Lima, Peru. (AP/Rodrigo Abd)
Demonstran bentrok dengan polisi dalam unjuk rasa di Lima, Peru. (AP/Rodrigo Abd)

Demonstran bentrok dengan polisi dalam unjuk rasa di Lima, Peru. (AP/Rodrigo Abd)Foto: Demonstran bentrok dengan polisi dalam unjuk rasa di Lima, Peru. (AP/Rodrigo Abd)
Demonstran bentrok dengan polisi dalam unjuk rasa di Lima, Peru. (AP/Rodrigo Abd)


"Merino sudah mengundurkan diri karena tangannya berlumuran darah, dengan darah anak-anak kita," kata salah seorang pendemo Clarisa Gomez, dikutip dari Reuters, Senin (16/11/2020).


Sementara itu di Lima, rakyat Peru kini menunggu keputusan tentang siapa yang akan menjadi presiden berikutnya. Kongres diperkirakan akan mengadakan pemungutan suara ulang setelah pemungutan suara sebelumnya gagal menelurkan dukungan untuk anggota parlemen sayap kiri dan pembela hak asasi manusia Rocio Silva-Santisteban sebagai presiden sementara.

Sebelumnya Ombudsnan Peru mengatakan dua pengunjuk rasa muda tewas dalam bentrokan. Sementara lembaga medis negara EsSalud membenarkan bahwa dua pria telah tewas karena luka tembak.

Koordinator Nasional Hak Asasi Manusia Peru mengatakan setidaknya 112 orang terluka, beberapa karena menghirup gas air mata, dan 41 orang hilang. Sedikitnya sembilan orang mengalami luka tembak, kata pejabat kesehatan.

Senin pekan lalu kongres yang didominasi oposisi memutuskan untuk memberhentikan pendahulu Merino, Martin Vizcarra sebagai presiden, atas tuduhan suap. Melalui konferensi pers di rumahnya pekan lalu, Vizcarra membantah semua tuduhan suap itu.

Ia memperingatkan rakyat Peru untuk tidak membiarkan anggota parlemen sekali lagi menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin Peru berikutnya. Pemecatan ini berbuntut panjang, dengan demonstrasi yang rusuh terjadi di seantero negara latin di bibir Pasifik itu.



[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading