Pemilu AS

Trump Belum Berakhir! Klaim Bukti Baru Surat Suaranya Hilang

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
13 November 2020 14:52
Elizabeth Allin, bottom center left, and Gideon Lett sit in a convertible while watching President Donald Trump, on left of video screen, and Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden speak during a Presidential Debate Watch Party at Fort Mason Center in San Francisco, Thursday, Oct. 22, 2020. The debate party was organized by Manny's, a San Francisco community meeting and learning place. (AP Photo/Jeff Chiu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump rupanya masih belum menerima kekalahan dari presiden terpilih Joe Biden. Trump kembali melontarkan tuduhan tidak berdasar atas hasil penghitungan suara pilpres beberapa waktu lalu.

Trump mengklaim 2,7 juta suara yang memilih dirinya 'dihapus' dan ratusan ribu suara pemilih yang didapatnya telah dialihkan ke Biden. Dalam tuduhan terbarunya, Trump ini mengutip laporan tidak berdasar yang disampaikan One America News Network (OANN), saluran kabel pro-Trump.




Tuduhan itu menyebut penghapusan dan pengalihan suara pemilih dilakukan oleh Dominion Voting Systems, perusahaan teknologi yang sistemnya digunakan secara luas untuk pemilu dan pilpres AS.

"Laporan: Dominion menghapus 2,7 juta suara Trump secara nasional. Analisis data menemukan 221.000 suara di Pennsylvania dialihkan dari Presiden Trump ke Biden. 941.000 suara Trump dihapus," tulis Trump dengan huruf kapital dalam cuitannya pada Kamis (12/11/2020) waktu setempat.

"Negara-negara bagian menggunakan sistem pemungutan suara Dominion mengalihkan 435.000 suara dari Trump ke Biden," lanjut Trump, sembari me-mention akun @ChanelRion dan @OANN.



Namun cuitan Trump itu diberi label yang berbunyi 'klaim tentang kecurangan pemilu ini diperdebatkan' oleh pihak Twitter.

Keesokan harinya, Trump kembali mencuit mengenai hasil suara yang ia dapatkan. "Negara-negara bagian ini harus segera dimasukkan ke kolom Trump Win. Biden tidak menang, dia kalah banyak!" cuitnya.




Lagi-lagi Twitter menyematkan label, menyebut tweet Trump berbeda dari informasi sumber resmi pemilihan presiden AS.

Hal 2>>

Kata Pejabat Pemilu AS?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading