Maskapai Rusdi Kirana Malindo Air PHK Hampir 2.000 Karyawan

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
04 November 2020 12:42
Ilustrasi pesawat Malindo Air (Facebook/Malindo Air)

Jakarta, CNBC Indonesia - Maskapai penerbangan Malindo Air kembali memangkas ribuan pekerjanya akibat dampak pandemi Covid-19. Ini menambah jumlah tenaga kerja yang dipangkas sejak waktu-waktu sebelumnya.

CEO Malindo Air, Kapten Mushafiz Mustafa Bakri, menjelaskan bahwa pengurangan pekerja mau tak mau harus dilakukan perusahaan. Ia mengakui, Malindo Air sudah tertekan selama 8 bulan sejak adanya pandemi Covid-19.

Malindo Air menegaskan meski telah melakukan berbagai langkah seperti penawaran pensiun dini sukarela (VSS) untuk 349 stafnya dan cuti jangka panjang tanpa dibayar (LTU) untuk 439 pilot dan awak kabinnya. Kini tanpa kejelasan prospek memulai kembali operasi regulernya, mereka sekarang harus menerapkan lagi pengurangan 1.861 staf, agar tetap beroperasi.


"Bagaimana Anda terus mempertahankan status quo selama delapan bulan dan masih terus bertambah, ketika hampir tidak ada pendapatan atau dukungan yang berarti dalam bentuk apa pun?" ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip CNBC Indonesia, Rabu (4/11/20).

Dalam rilis itu juga dijelaskan bahwa mengingat erosi besar dalam arus kasnya akibat pandemi Covid-19, maskapai penerbangan tersebut harus melakukan latihan pemotongan biaya besar-besaran agar tetap bertahan. Malindo Air menurunkan armadanya hingga 50% dengan mentransfer 20 pesawat.

Ini menghasilkan penghematan bulanan sekitar RM20 juta. Maskapai juga mengatakan bahwa mereka telah mencari penundaan dan kontrak yang dinegosiasikan ulang dengan sejumlah besar penyedia layanan termasuk lessor pesawat dan bandara.

Malindo Air kali pertama beroperasi Maret 2013, perusahaan ini salah satu jaringan bisnis Lion Air Group di luar negeri yang didirikan oleh pengusaha Indonesia Rusdi Kirana. Lion Air Group yang menaungi 5 operator, yakni Lion Air, Wings Air, Batik Air, Lion Bizjet, Malindo Air, dan Thai Lion Air.

Malindo Air merupakan hasil kerja sama Rusdi Kirana dengan National Aerospace and Defence Industries (Malaysia) yang beroperasi dari Bandara Internasional Kuala Lumpur dan Bandara Sultan Abdul Aziz Shah.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading