RI Memang Resesi, Tapi Kalau Ada Kabar Baik Boleh Dong...

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
23 October 2020 13:17
Pengunjung melihat maket jembatan ikonik di Gedung Auditorium Kantor PUPR, Jakarta, Kamis (10/9). Sebagai upaya penyebarluasan informasi dan mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda mengenai pembangunan jembatan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR
 Dalam lima tahun terakhir, PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga telah membangun lebih dari 29 kilometer jembatan baru di seluruh Indonesia, yang 11 diantaranya ditampilkan dalam Pameran dan Talkshow Jembatan Ikonik pada 7-11 September.

Jembatan Sei Alalak merupakan jembatan yang  didesain untuk dapat menggantikan jembatan Kayu Tangi yang telah berusia 30 tahun dan menjadi jalur utama yang menghubungkan Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Didesain dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton, lebih kuat dari struktur jembatan lama Kayu Tangi 1 yang berasal dari rangka baja kelas B dengan kemampuan menahan beban kurang dari 8 ton. Selain itu, juga telah diperhitungkan kekuatan jembatan ini dengan konstruksi tahan gempa, dan masa layan hingga 100 tahun.

Jembatan Merah Putih adalah Jembatan Kabel Pancang yang terletak di Kota Ambon , Provinsi Maluku , Indonesia. Jembatan ini membentangi Teluk Dalam Pulau Ambon , yang menghubungkan Desa Rumah Tiga (Poka) di Kecamatan Sirimau pada sisi utara, dan Desa Hative Kecil/Galala di Kecamatan Teluk Ambon pada sisi selatan.


Jembatan Youtefa (sebelumnya bernama Jembatan Holtekamp adalah jembatan di atas Teluk Youtefa, Provinsi Papua yang menghubungkan Holtekamp dengan Hamadi sepanjang 732 meter dengan lebar 21 meter. Jembatan ini merupakan jembatan tipe Pelengkung Baja yang dapat memperpendek jarak dan waktu tempuh dari Kota Jayapura ke Distrik Muara Tami dan ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw daerah perbatasan Indonesia – Papua Nugini.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada kabar gembira soal ekonomi Indonesia. Di tengah rentetan berita buruk soal resesi, muncul harapan bahwa ekonomi Tanah Air bakal bangkit.

Harapan itu datang dari rilis data realisasi investasi. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan nilai investasi yang masuk pada kuartal III-2020 adalah Rp 209 triliun. Naik 1,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Angka ini jauh membaik dibandingkan kuartal II-2020. Kala itu, nilai investasi adalah Rp 191,9 triliun, terkontraksi (tumbuh negatif) 4,3% YoY.


Sedangkan secara kumulatif Januari-September 2020, nilai investasi adalah Rp 611,6 triliun. Naik 1,7% YoY.

"Kita harus selalu optimistis dan berpikir positif. Masa kritis realisasi investasi sudah terlewatkan, itu adalah pada kuartal II," kata Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM, hari ini.

Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTB) adalah kontributor terbesar kedua dalam pembentukan 'kue' ekonomi nasional, hanya kalah dari konsumsi rumah tangga.

Pada kuartal II-2020, PMTB yang menyumbang 30,61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terkontraksi 8,61% YoY. Ini membuat ekonomi Indonesia minus 5,32% YoY.

growrhBadan Pusat Statistik

Dengan pengumuman data BKPM hari ini, ada harapan PMTB bakal membaik pada kuartal III-2020. Mungkin PDB masih akan negatif karena konsumsi rumah tangga belum pulih betul, tetapi setidaknya akan lebih landai ketimbang kuartal II-2020.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memperkirakan PDB Tanah Air tumbuh negatif 1-2,9% pada kuartal III-2020. Dengan demikian, bisa dipastikan Indonesia sudah masuk jurang resesi karena kontraksi PDB terjadi dalam dua kuartal beruntun.

Namun kontraksi ekonomi pada kuartal III lebih landai ketimbang kuartal II. Indonesia mungkin resesi, tetapi bukan berarti nir harapan.

"Perekonomian kita mengalami perbaikan, trennya cukup konsisten semenjak Juli, Agustus, meskipun September ada indikator yang mengalami sedikit mengalami tekanan karena PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang sempat dilakukan pada minggu kedua September. Namun ini tidak menghilangkan tren positif pada kuartal III," tegas Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan, belum lama ini.

Ingat, Situasi Belum Baik-baik Saja!
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading