Buruh Minta Upah Naik 8% di 2021, Ketinggian Nggak Sih?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
19 October 2020 13:32
Organisasi Buruh FSPMI KSPI melakukan aksi meminta tiga tuntutan kepada menteri baru di depan Gedung Kemenaker, Jakarta, Kamis (31/10) Salah satu tuntutan nya adalah , menteri tenaga kerja yg saat itu pak Hanif Dhakiri kemaren sudah meredarkan surat edaran tentang tata laksana UMP dan UMK mereka menuntut pada hari ini untuk dicabut surat tersebut. Riden Hatam Aziz dari Sekjen DPP FSPMI KSPI mengatakan kepada CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdebatan soal upah minimum kembali terjadi. Ini seakan menjadi 'ritual' yang terjadi saban jelang akhir tahun.

Kalangan buruh memperjuangkan upah minimum naik di kisaran 8% untuk 2021. Sementara dunia usaha meminta tidak ada kenaikan karena keprihatinan akibat pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) yang membuat ekonomi Indonesia terjerumus ke jurang resesi.

"Sebagai contoh, di DKI Jakarta, kenaikan upah minimum dari 1998 ke 1999 sekitar 16%, padahal pertumbuhan ekonomi minus 17,49%. Begitu juga dengan upah minimum 1999 ke 2000, tetap naik sekitar 23,8% saat pertumbuhan ekonomi 1999 minus 0,29%," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, kepada CNBC Indonesia, Sabtu (17/10/2020).


Pada 2020, rata-rata Upah Minimum Provinsi adalah Rp 2,67 juta/bulan. Naik hampir 9% dibandingkan 2019. Jika upah naik 8% tahun depan, maka akan menjadi Rp 2,88 juta/bulan.

Dalam 10 tahun terakhir, rata-rata upah minimum naik 11,44%/tahun. Sedangkan sejak 1992, rata-rata pertumbuhannya adalah 14,89%/tahun.


Bagaimana dengan negara-negara tetangga? Apakah upah di Indonesia terlalu tinggi atau masih rendah? Kalau buruh minta 8% apakah masuk akal?

Upah di Indonesia Masih Relatif Rendah
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading