Resesi, Curhat Pengusaha: Kondisi Berat Hingga Terpaksa PHK

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
16 October 2020 09:46
Cover topik PHK Besar

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona (Covid)-19 menimbulan resesi ekonomi. Ini berdampak pada beratnya kondisi keuangan pada perusahaan berbagai sektor di Indonesia. Ancaman kredit macet di sektor usaha formal juga menghantui.

"Terus terang sekarang kondisinya lumayan berat ya. Karena begini, di satu sisi nggak ada demand (permintaan), di satu sisi cashflow-nya bermasalah. Nah sekarang ini serba susah, kalau kita mau pinjam modal kerja juga jadi beban baru," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonsia (Apindo), Hariyadi B Sukamdani di Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Belum lagi, syarat dan ketentuan pengajuan relaksasi kredit perbankan saat ini masih memberatkan pengusaha. Ia memberikan sejumlah catatan terkait syarat yang diperuntukkan bagi perusahaan dengan nilai aset di atas Rp 10 miliar tersebut.

"Dari segi term, persyaratannya juga tidak mudah juga kan yang diumumkan oleh pemerintah. Misalnya tenornya 1 tahun ya kan, itu kan juga bagaimana kalau 1 tahun," imbuhnya.


Selain itu, dari sisi jumlah tenaga kerjanya dipersyaratkan minimal 300 orang. Padahal, tidak semua perusahaan bervaluasi Rp 10 miliar ke atas, mempunyai tenaga kerja sebanyak itu.

"Lalu juga dari sisi penjaminan. Jadi kalau penjaminan itu kan tetap bank punya andil. Penjaminan 60%-80% oleh lembaga pembiayaan ekspor, sisanya banknya kan juga memberikan bagian dia. Nah kalau banknya memberikan kan pasti ada asesmen untuk risiko. Nah kalau semua diasesmen kan semuanya berisiko semua," imbuhnya.

Dengan begitu, dia menegaskan, perusahaan memiliki tak melakukan ekspansi. Melainkan masih fokus pada upaya bertahan hidup di tengah pandemi.

"Artinya perusahaan itu akan melakukan survival, mereka tidak akan banyak melakukan kegiatan ekspansi. Sampai demand itu balik," imbuhnya.


Sejalan dengan itu, karena beratnya situasi juga membuat banyak perusahaan sektor formal memangkas tenaga kerja.

"Terjadi penyusutan yang cukup signifikan ya. Kalau kami di Apindo itu memperkirakan mungkin akan berdampak kira-kira kita berkaitan pandemi ya, mungkin 30% terhadap sektor pekerja formal yang akan mereka terdampak entah itu dicutikan di luar tanggungan perusahaan, dirumahkan atau bahkan juga terpaksa di PHK itu kira-kira 30%," ucapnya.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani, menambahkan jumlah lapangan kerja dan para pekerja makin tak seimbang.

"Saat Covid-19 ini yang menganggur saja sekarang kurang lebih hampir 7 juta orang. Ditambah dengan adanya Covid-19 ini yang dirumahkan dan yang di-PHK bertambah 5-6 juta orang. Belum lagi angkatan baru setiap tahunnya menambah 2-3 juta orang setiap tahunnya," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (15/10/20).



Belum lagi, masih ada tambahan 8 juta orang yang setengah menganggur. Selain itu, lanjut Rosan, ada pula 2,5 juta orang pekerja paruh waktu.

"Ini semua tidak ada asosiasinya, ini semua tidak ada serikatnya. Inilah yang dipikirkan pemerintah. Bagaimana membuat mereka ini bisa bekerja tidak hanya di sektor informal tapi juga mempunyai jaring pengaman sosial yang baik sehingga mereka dapat kehidupan yang makin baik ke depan," bebernya.


[Gambas:Video CNBC]

(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading