Kabar Gembira! 7 Perusahaan China Boyong Pabrik ke RI

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
01 October 2020 18:05
Presiden Jokowi melakukan peninjauan di lokasi Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia yang terletak di Desa Ketanggan. Kec Gringsing, Kabupaten Batang, Selasa 30/06/2020. (Ist Agus Suparto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Relokasi perusahaan dari China masih jadi incaran pemerintah Indonesia. Terdapat ratusan perusahaan yang berpotensi pindah pabrik dari China ke negara lain.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Ikmal Lukman menjelaskan, pihaknya membagi perusahaan-perusahaan tersebut ke dalam 3 kategori. Pertama, kategori perusahaan yang sudah berkomitmen untuk pindah pabrik ke Indonesia.

"Ini sudah ada 7 perusahaan yang sudah pasti melakukan relokasi dan saat ini 7 perusahaan tersebut sedang dalam tahap konstruksi. Kita berharap pada akhir tahun 7 perusahaan ini sudah produksi komersial," ujarnya dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (1/10/20).


Ia menyebutkan, perusahaan ini merupakan pindahan dari berbagai kota di China seperti Guangzhou, Shanghai dan daerah lainnya. Dari 7 perusahaan ini, total investasi yang masuk ke Tanah Air mencapai US$ 850 juta, dengan potensi penyerapan tenaga kerja 30.000 orang.

Selanjutnya, pada kategori kedua terdapat 17 perusahaan yang dalam tahap komunikasi intensif. BKPM gencar berkomunikasi dengan 17 perusahaan mengenai apa saja kebutuhan yang perlu disiapkan pemerintah Indonesia.

"Dari 17 perusahaan ini, 90% mereka akan memutuskan untuk berinvestasi di Indonesia. Ini tinggal menunggu waktunya saja yang mudah-mudahan nanti akan diumumkan dalam beberapa waktu dekat ini," tandasnya.

Hasil dari 17 perusahaan ini, nilai investasinya mencapai US$ 37 miliar dengan penyerapan tenaga kerja 112 ribu orang.

Adapun kategori terakhir yakni perusahaan potensial yang akan melakukan relokasi dari China ke luar China. Total ada 119 perusahaan dengan nilai investasi mencapai US$ 41,3 miliar dan penyerapan tenaga kerja 162 ribu orang

"Kita melakukan pendekatan door to door, jemput bola ya. Kita berkomunikasi dengan mereka," tandasnya.

Dari ratusan perusahaan tersebut, negara asalnya pun berbeda-beda. Rincinya 57 perusahaan Amerika Serikat, 39 perusahaan Taiwan, 25 perusahaan Korea Selatan, 21 perusahaan Jepang, dan 1 perusahaan Hongkong.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Punya Kawasan 'Emas', RK Siap Tampung Pabrik-Pabrik China


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading