Gandeng Taksi dan Ojol, KAI Jemput Penumpang ke Rumah

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
28 September 2020 12:27
KA Bandara Soekarno-Hatta Mulai Beroprasi, Ada Sekat Pembatas Kursi. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kereta Api Indonesia (KAI) berupaya menjaga likuiditas di tengah pandemi Covid-19. Salah satu caranya adalah dengan menghadirkan layanan end to end dari rumah ke tempat tujuan.

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menjelaskan, strategi kolaborasi dengan moda transportasi lain memang tengah digenjot. Pihaknya menggandeng sejumlah operator moda transportasi lain untuk masuk ke dalam sistem yang terintegrasi.

"Artinya kita akan membangun suatu sistem di mana aplikasi KAI Access itu kita akan gabungkan dengan moda-moda transportasi lain. Dalam rangka memberikan pelayanan kepada customer kita. Jadi nanti pelanggan tidak hanya mendapatkan layanan KA tapi bisa menikmati layanan end to end. Kita akan membangun first male and last mile, berkolaborasi," ujarnya dalam rangkaian peringatan HUT ke-75 KAI, Senin (28/9/20).


Kini, pihaknya sudah mengeksekusi kerja sama dengan Blue Bird. Multi-channel booking Bluebird di KAI Access mencakup wilayah Jakarta (Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen), Bandung (Stasiun Bandung), Semarang (Stasiun Semarang Tawang) dan Surabaya (Stasiun Surabaya Pasar Turi dan Stasiun Surabaya Gubeng).

Ke depan, tak menutup kemungkinan kerja sama dilakukan juga dengan aplikator ojek online seperti Gojek dan Grab. Pihaknya tengah melakukan penjajakan terkait hal ini.

"Sekarang kita sudah eksekusi bekerja sama dengan perusahaan taksi ternama. Sehingga penumpang KA sampai di tujuan bisa pakai KAI Access memesan taksi dan ke depannya kita akan gabungkan ojek-ojek yang online dan moda transportasi lain," katanya.

Nantinya, sistem pembayarannya pun akan terintegrasi satu sama lain. Menurut Didiek, memang perlu inovasi untuk menghadapi situasi pandemi Covid-19.

Dia menegaskan bahwa dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah, volume penumpang kereta hanya 10% dari situasi normal. Dia menyebut, di saat normal penumpang mencapai 1,3 juta per hari.

"1,1 juta itu KRL dan 200 ribuan KA jarak jauh. Namun sekarang situasinya sangat berpengaruh," keluhnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading