Pantesan Sri Mulyani Ramal RI Resesi, Ini Tho Sebabnya...

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
23 September 2020 06:21
Terminal kampung rambutan sepi penumpang. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) telah membuat ekonomi dunia porak-poranda. Berbagai negara sudah dan akan segera masuk jurang resesi. Indonesia kemungkinan besar masuk ke kategori yang disebut belakangan.

Dalam proyeksi terbarunya, Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memperkirakan output perekonomian atau Produk Domestik Bruto/PDB dunia tahun ini akan mengalami kontraksi alias pertumbuhan negatif sebesar -4,5%. Jauh memburuk dibandingkan pencapaian 2009 yang tumbuh 2,9%.


oecdOECD

"Setelah perbaikan aktivitas ekonomi karena pelonggaran pembatasan sosial (social distancing), ada pertanda bahwa momentum pemulihan sedikit melambat. Mobilitas masyarakat pada Juli dan Agustus masih berada di bawah level pra-pandemi dan hanya tumbuh moderat.

"Ditambah lagi ada tren karantina wilayah (lockdown) dalam skala lokal dan berbagai pengetatan kembali diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus. Ini membuat pemulihan ekonomi menjadi lambat," sebut laporan OECD.

Wabah virus corona yang ditangani dengan 'mengunci' kegiatan publik membuat ekonomi seakan mati suri. Ketika orang-orang terpaksa (atau dipaksa?) untuk #dirumahaja maka dua sisi ekonomi akan terpukul sekaligus, penawaran (supply) dan permintaan (demand).

Oleh karena itu, tidak heran banyak negara berjatuhan ke jurang resesi. Pengertian resesi adalah kontraksi PDB dua kuartal beruntun. Berdasarkan catatan Trading Economics, sudah ada 46 negara yang mengidap resesi.

Indonesia di Bibir Jurang Resesi?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading