Terungkap! Ini Dia Penyebab RI Terancam Resesi

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
09 September 2020 06:50
Warga mengambil ATM di kawasan Jakarta, Kamis (1/2/2018). CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) telah mengubah perilaku manusia. Tidak hanya dalam aspek sosial kemasyarakatan, tetapi juga ekonomi.

Dari sisi sosial, wabah virus yang awalnya menyebar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China ini memaksa manusia untuk berjarak. Jangan sampai terlalu dekat, apalagi bergerombol. Sebab virus akan lebih cepat menyebar dalam kerumunan.

Untuk memastikan tidak terjadi kontak yang intens antar-manusia, pemerintah di berbagai negara menerapkan kebijakan pembatasan sosial (social distancing). Beberapa bulan lalu, restoran, sekolah pusat perbelanjaan, lokasi wisata, rumah ibadah, sampai pabrik dan perkantoran yang tidak esensial ditutup. Tidak boleh ada aktivitas, semua #dirumahaja.


Sekarang memang sudah ada pelonggaran. Namun tetap saja restoran, pusat perbelanjaan, rumah ibadah, transportasi umum, sampai kantor belum boleh terisi penuh. Ini dilakukan untuk menciptakan jarak antar-manusia.

Aktivitas masyarakat yang masih dibatasi otomatis membuat laju roda perekonomian terhambat. Produksi barang dan jasa belum bisa digeber ke kapasitas maksimal, masih ada batasan di sana-sini.

Akibatnya, lapangan kerja menyusut. Bahlil Lahadalia, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), menyebut jumlah penduduk Indonesia yang menganggur mencapai 16,5 juta orang.

"Sekarang jumlah pengangguran tambah hari tambah naik. Kita punya pengangguran sekarang 7 juta existing, angkatan kerja 2,5 juta, dan sekarang korban PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) ada 7 juta. Jadi sekarang ada 16.500.000," ungkap Bahlil.

Masyarakat pun berpandangan serupa. Ini terlihat dari Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja yang merupakan bagian dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).

Pada Agustus 2020, nilai Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja ada di 35,2. Jauh di bawah 100 yang merupakan ambang optimisme. Saat ini rumah tangga di Indonesia masih pesimistis, khawatir apakah besok masih bisa bekerja atau tidak.

Tambah Tabungan, Kurangi Konsumsi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading