5 Tahun Tol Laut Jokowi, Muatan Kosong Masih Jadi PR Besar

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
21 September 2020 18:05
Kapal Tol Laut (Dok. Kemenhub)

Jakarta, CNBC Indonesia - Program Tol Laut diluncurkan tahun 2015 sebagai salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Jokowi. Program ini masih berkutat pada masalah muatan balik yang kosong dari lokasi tujuan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengakui bahwa perlu kolaborasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Kementerian Perhubungan terus bersinergi dan bekerja sama dengan seluruh stakeholders perhubungan termasuk para operator pelabuhan untuk menetapkan langkah agar implementasi program tersebut mencapai hasil dan manfaat yang sebesar-besarnya," ujarnya dalam bedah buku 'Tol Laut Konektivitas Visi Poros Maritim Indonesia' secara virtual di Jakarta, Senin (21/9/20).


Buku ini merupakan karya akademis Kementerian Perhubungan (Direktorat Jenderal Perhubungan Laut) bersama para peneliti dan akademisi Perguruan Tinggi di Indonesia.

Buku ini memuat secara terstruktur mengenai program Tol Laut, dimulai dari filosofi program Tol Laut yang mengulas dari sisi sejarah, kapal dan jaringan trayek, pelabuhan dan fasilitasnya, sistem manajemen logistik dan digitalisasi Tol Laut, serta kisah sukses program tol laut.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, Agus Purnomo, juga mengakui adanya permasalahan muatan balik yang kosong. Menurutnya, peran kementerian/lembaga lain dibutuhkan untuk mendukung eksistensi program ini.

Ia juga meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar bisa mengendalikan harga-harga barang yang diangkut Tol Laut. Permintaan ini dilontarkan agar tak terjadi perbedaan harga atau disparitas harga yang tinggi.

"Kalau dari peran masing-masing Kementerian/Lembag yang mendukung, paling dominan adalah Kemendag misalnya supaya bisa harga bisa dikendalikan agar tidak terjadi disparitas dari pelabuhan asal dan tujuan," ujar Agus.

Ia juga mendorong peran aktif Kemendag untuk memastikan muatan balik dari daerah tujuan ke daerah asal. Sehingga, lanjutnya, kelemahan program tol laut terkait dengan muatan balik bisa diredam.

"Kami minta dukungan dari Kementerian/Lembaga terkait di sini sudah ada jalur distribusi barang dari barat ke terpencil terluar dengan angkutan yang disiapkan. Marilah kita sama-sama memanfaatkan jalur tersedia ini agar pertumbuhan ekonomi di wilayah tujuan bisa berhasil," bebernya.

Sejalan dengan itu, pihaknya juga bersama BUMN sudah membangun fasilitas agar kapal bisa mengangkut muatan jika balik ke daerah asal. Terutama mengenai distribusi kebutuhan pokok.

"Contoh ada Rumah Kita dibuat BUMN dan depo gerai maritim di wilayah timur. Ini bisa untuk distribusi dan bagaimana muatan balik terjadi. Kami menyediakan jalur untuk mengangkut komoditas barang pokok penting dari daerah awal ke tujuan," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading