40% Kargo Dunia Numpang Lewat Laut NKRI, RI Dapat Untung?

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
24 August 2020 14:33
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan memeriksa Kapal Carpenters Sirius Singapore dari Malaysia di tengah laut sejauh 4 mil dari dermaga saat akan memasuki Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perairan Indonesia punya peran vital sebagai jalur perdagangan dunia. Hal ini diakui Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus H. Purnomo.

"Hampir 50% atau sekitar 40% perdagangan di dunia itu melalui laut yang bersinggungan dengan Indonesia," ujar Agus dalam sebuah webinar, Senin (24/8/20).

Betapa tidak, menurutnya lalu lintas pengiriman barang di dunia memang didominasi melalui laut. Ia menyebut, 90% angkutan kargo di dunia dikirimkan melalui pelayaran.


"90% diangkut melalui laut, 40%-nya akan lewat di perairan Indonesia. Ini luar biasa bagaimana kita bisa menangkap peluang ini sebaik-baiknya," imbuhnya.

Dikatakan pula, benchmark Indonesia tak dimiliki negara lain, dengan kepemilikan 17.000 pulau yang terpisah-pisah dengan lautan.

Menyadari hal itu, Kemenhub belakangan gencar mengambil kebijakan di antaranya dengan penetapan bagan pemisah lalu lintas atau Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok. TSS Selat Sunda dan Selat Lombok resmi diberlakukan sejak 1 Juli 2020 lalu.

"Di jalur perdagangan dunia, Indonesia ini sangat besar pengaruhnya. Ini saya sedikit sampaikan, TTS Selat Sunda dan Selat Lombok kita mulai berlakukan secara internasional per 1 Juli 2020. Ini salah satu di antara jalur pelayaran internasional yang melalui Indonesia," bebernya.

Di sisi lain, Kemenhub juga melakukan berbagai pembenahan di dalam negeri. Menurut Agus sekarang ini pertumbuhan ekonomi masih terfokus pada wilayah barat Indonesia seperti Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

"Jadi sesuai dengan fokus isu strategis untuk transportasi laut 2020-2024 sesuai dengan arahan presiden bahwa kita akan fokus siapkan sarana prasarana untuk mendukung konektivitas, kemudian integrasi, dan pemerataan. Laut sangat available menjangkau seluruh Indonesia," tandasnya.

Konkretnya, pihaknya juga melakukan pembangunan pelabuhan di berbagai daerah. Selama ini diakui banyak pelabuhan yang belum mampu jadi sandaran kapal besar dengan kargo. Kemenhub mengupayakan agar bisa disinggahi.

"Kalau kita lihat sebaran pelabuhan di seluruh Indonesia ada 28 pelabuhan utama dari Sabang ke Marauke. Dengan 4 main port dan kemudain masih ada 164 pelabuhan pengumpul, dan lokal juga banyak. Sekarang ini sudah ada rencana 1.321 pelabuhan bertahap sesuai prioritasnya. Jadi ini lah peta pelabuhan yang akan dibangun," urainya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading