Berkat New Normal, Ekonomi RI di Jalur Kebangkitan

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
01 July 2020 12:12
Pemeriksaan Dokumen Penumpang Pesawat di Bandara Soekarno Hatta, Jumat (16/5/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto) Foto: Pemeriksaan Dokumen Penumpang Pesawat di Bandara Soekarno Hatta, Jumat (16/5/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak awal Juni 2020, Indonesia mulai berangsur-angsur membuka kembali keran aktivitas masyarakat yang terkunci selama berbulan-bulan akibat pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Hasilnya, permintaan mulai meningkat.

Hal ini tercermin dalam data inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Juni 2020 berada di 0,18% secara bulanan (month-to-month/MtM). Ini membuat inflasi tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 1,96% dan inflasi tahun kalender 1,09%. Sementara inflasi inti ada di 0,02% MtM dan 2,26% YoY.


Realisasi ini lebih tinggi ketimbang konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia yang memperkirakan inflasi bulanan sebesar 0,025%. Sementara inflasi tahunan ada di 1,805% dan inflasi inti tahunan 2,42%.

"Pola inflasi agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena kondisi yang luar biasa akibat pandemi Covid-19. Pada Ramadan dan Idul Fitri, inflasi lumayan flat tetapi setelah itu mengalami kenaikan sedikit," kata Suhariyanto, Kepala BPS.

Percepatan laju inflasi menandakan mulai ada geliat ekonomi. Permintaan mulai merangkak naik sehingga direspons dengan kenaikan harga.

Saat Ramadan-Idul Fitri, yang biasanya menjadi puncak inflasi seiring tingginya konsumsi masyarakat, inflasi malah sangat rendah. Ini karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sedang kencang-kencangnya digalakkan. Tidak ada mudik, lebaran #dirumahaja.

Mobilitas Masyarakat Meningkat
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading