Dampak Covid-19

Penerbangan Sepi, Pesawat Banyak Parkir Hanya 10% Terbang

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
30 June 2020 21:03
Sejumlah pesawat dari berbagai maskapai penerbangan di pelataran pesawat Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/1/2018) Foto: Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Bisnis penerbangan Indonesia masih diselimuti dampak pandemi Covid-19. Sepinya penumpang membuat mayoritas pesawat dikandangkan alias grounded.

"Ada pilihan sebenarnya sudah dilakukan semua maskapai. Karena pesawatnya kan nggak terbang, sekarang terbang mungkin belum ada 10% yang terbang," ujar Sekretaris Jenderal INACA, Bayu Sutanto kepada CNBC Indonesia, Senin (29/6).

Hal ini berdampak pada efisiensi pada sumber daya manusia (SDM). Meski tak menyebut angka, namun dia menyebut ada kebijakan maskapai mengurangi alokasi biaya untuk SDM.


"SDM yang masih dipertahankan Karena untuk kepentingan berharap penerbangan operasional akan bertambah lagi, umumnya untuk crew terbang ya, pilot pramugari. Itu ada yang istilahnya dikenakan cuti di luar tanggungan. Dibayar minimum," urainya.

Ia mengaku kondisi ini memang sulit berubah dalam waktu yang sebentar. Artinya, menggairahkan kembali bisnis maskapai tergantung pada aspek kesehatan dan perlu waktu karena menyangkut kepercayaan penumpang terbang saat pandemi.

"Ini kan kuncinya di kesehatan. Kalau vaksin ketemu ya bagus. Kalau masih ada belum ketemu vaksin berarti kan harus dengan protokol kesehatan ya itu akan membatasi pertumbuhan bisnisnya. Karena enggak ada penumpang. Penumpangnya berkurang drastis, bisa 50% balik lagi saja sudah luar biasa," urainya.

Dia mengaku bahwa industri maskapai belum terlalu bergairah. Minimnya minat masyarakat bepergian tercermin melalui sejumlah catatan.

"Saat ini belum sih, kita bisa lihat di pembukuan banyak airline dan juga di travel agent ya masih rendah. Karena ini kan krisis kesehatan, jadi minat bepergian masih rendah," ungkapnya.

Dikatakan bahwa sejauh ini hanya segmentasi tertentu yang berminat melakukan perjalanan. Itu pun syarat dan ketentuan berlaku.

"Yang sekarang bepergian itu hanya segmen korporasi atau pemerintahan. ada protokol kesehatan yang harus dipenuhi jadi tidak bisa serta-merta mau pergi langsung pergi kan harus ada yang dipenuhi protokolnya," ujarnya.

Saksikan video terkait di bawah ini:

Corona RI 6 Juli, Kasus Positif Naik 1.209 Tembus 64.958


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading