Warning Jokowi: RI Hadapi Krisis Kesehatan & Ekonomi

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
26 June 2020 09:45
Pengarahan Presiden RI Terkait Penanganan Covid-19 di Jawa Timur, Surabaya. Biro Pers Sekretariat Presiden Foto: Pengarahan Presiden RI Terkait Penanganan Covid-19 di Jawa Timur, Surabaya. Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sejumlah peringatan saat memimpin rapat terbatas dengan topik penanganan Covid-19 tingkat provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (25/6/2020).

"Pertama, saya ingin mengingatkan kepada kita semuanya agar memiliki sebuah perasaan yang sama bahwa kita sedang menghadapi krisis kesehatan dan sekaligus ekonomi. Perasaan harus sama. Jangan sampai ada perasaan kita normal-normal saja. Berbahaya sekali," katanya, seperti dikutip Jumat (26/6/2020).

Menurut Jokowi, permasalahan ini tidak hanya dialami Indonesia, melainkan juga 215 negara lain di dunia.


"Sekali lagi saya minta kita memiliki perasaan yang sama bahwa kita sekarang pada posisi krisis kesehatan dan ditambah ekonomi. Sehingga kita mengajak masyarakat agar memikiki perasaan yang sama, kita memilik sebuah masalah, yaitu Covid-19.

Jangan sampai, lanjut Jokowi, ada masyarakat yang memiiliki perasaan yang normal-normal saja sehingga melanggar protokol kesehatan. Mulai dari pergi tidak pakai masker, lupa cuci tangan sehabis kegiatan, dan masih berkerumun dalam kerumunan yang tidak perlu.

"Ini yang terus kita ingatkan," kata Jokowi.

Bahkan, 1,5 bulan yang lalu Jokowi sempat mendapatkan kabar yang sudah pasti tidak mengenakkan bagi setiap pimpinan negara dari Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva.

"1,5 bulan lalu saya telpon kepada Managing Director IMF, Ibu Kristalina dan dia mengatakan bahwa betul-betul dunia, global berada pada posisi krisis ekonomi yang tidak mudah, yang lebih berat dari great depression 1930," katanya

Jokowi mengaku telah mendapatkan informasi bahwa krisis ekonomi global benar-benar nyata, dan dirasakan oleh semua negara. Kepala negara lantas mengutip laporan terbaru IMF yang bertajuk 'A Crisis Like No Other, An Uncertain Recovery'.

"Amerika akan pertumbuhan ekonominya akan -8%, Jepang akan -5,8%, Inggris -10,2%, Perancis -12,5%, Italia -12,8%, Spanyol -12,8%, Jerman -7,5%," ujar Jokowi.

Kondisi ini, menurut dia Jokowi, akan menganggu aktivitas ekonomi. Maka dari itu, Jokowi mengingatkan bahwa seluruh pihak harus sadar bahwa masalah yang saat ini dihadapi Indonesia tidak mudah.

"Jangan sampai ada masyarakat memiliki sebuah perasaan yang masih normal-normal saja," katanya.

Saksikan video terkait di bawah ini:

Sinyal Reshuffle Dari Istana


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading