Banyak Kredit Macet, Klaim Askrindo & Jamkrindo Melesat

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
24 June 2020 19:05
Menakar Arah Bisnis Holding Asuransi, Ini Penjelasan BPUI(CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Holding BUMN Penjaminan dan Perasuransian, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero)/BPUI menyebutkan terdapat indikasi kenaikan klaim pada dua anak usahanya, kenaikan ini terutama terjadi pada penjaminan kredit usaha rakyat (KUR).

Direktur Utama BPUI Robertus Bilitea mengatakan indikasi kenaikan klaim ini terjadi pada PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero)/Askrindo dan PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero)/Jamkrindo.

"Indikasi awal kenaikan klaim untuk Askrindo ada 19,5% untuk KUR dan non KUR 11,4%. Jamkrindo ada indikasi kenaikan 26,1% dan non KUR 4,9%," kata Robertus dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (24/6/2020).


Dalam bahan paparan BPUI, indikasi nilai klaim di Askrindo hingga Mei 2020 mencapai Rp 471,7 miliar dari Rp 394,8 miliar secara year on year (YoY) untuk KUR. Sedangkan untuk non KUR meski kenaikannya lebih rendah namun nilai indikasi klaim mencapai Rp 699,2 miliar dari Rp 627,5 miliar YoY.

Sedangkan untuk Jamkrindo, kenaikan klaim KUR ini nilainya mencapai Rp 454,3 miliar dari sebelumnya Rp 360,3 miliar di akhir Mei 2019. Sedangkan untuk kredit non KUR nilai indikasi klaim mencapai Rp 241 miliar dari sebelumnya Rp 229,7 miliar.

Adapun menurut Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengatakan ada beberapa hal yang mesti diwaspadai, terutama dari risiko kredit atau credit at risk.

Sampai dengan April 2020, credit at risk berada pada 11,4% dan kini sudah meningkat ke level 14,8% atau mendekati 15%.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading