Mahfud: 5 Tahun Terakhir Protes Soal Karhutla Tak Gencar Lagi

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
23 June 2020 13:07
Mahfud MD, who was appointed as Indonesian Chief Security Minister, gestures during the announcement of the new cabinet at the Merdeka Palace in Jakarta, Indonesia, October 23, 2019. REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud Md menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berhasil meminimalisir bencana kebakaran hutan dan lahan yang kerap membuat geger.

Berbicara usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Mahfud menyebut bahwa upaya penanganan kebakaran hutan dalam beberapa tahun terakhir telah berhasil diminimalisir. Terbukti protes terkait bencana kebakaran hutan dari masyarakat telah berkurang.

"Beberapa tahun terakhir Alhamdulillah kita berhasil meminimalisir kebakaran hutan sehingga bencana yang agak besar dan membikin geger sudah dapat dikatakan tidak terjadi lagi," kata Mahfud di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/6/2020).


"Protes dari aktivis lingkungan hidup maupun negara lain 4-5 tahun terakhir ini sejak 2016 - 2017 sudah tidak begitu gencar karena kita telah menyiapkan semua langkah baik untuk memitigasi, mencegah, menyelesaikan dan melakukan tindak lanjut," kata Mahfud.

Mahfud menegaskan bahwa kebakaran hutan memang kerap terjadi tidak tahun. Namun, upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa tahun terakhir disebut sudah bisa meminimalisir bencana tersebut.

Sebelumnya, Jokowi menginstruksikan kepada jajarannya untuk menindak tegas oknum tak bertanggung jawab yang menjadi biang keladi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Pernyataan ini disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas dengan topik pembahasan antisipasi kebakaran hutan dan lahan di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

"Kita tahu 99% kebakaran hutan karena ulah manusia baik disengaja atau karena kelalaian. Oleh sebab itu penegakan hukum harus tegas dan tanpa kompromi untuk menyelesaikan masalah ini," tegas Jokowi, Selasa (23/6/2020).

Jokowi mengaku mendapatkan laporan bahwa 17% wilayah Indonesia mengalami musim kemarau pada April, 38% baru memasuki musim kemarau Mei, dan 27% sudah mulai masuk awal musim kemarau.

"Kita masih punya persiapan pendek 1 bulan untuk mengingatkan ini meskipun seingat saya bulan Januari - Februari kita sudah membuat rapat besar di sini," tegasnya.

 


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading