Selama Covid-19, Konsumsi Solar Anjlok 40% & Drop Premium 33%

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
13 June 2020 18:20
Terkepung Genangan, Operasional dan Sarfas Pertamina Aman. (Dok: Pertamina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona berdampak ke banyak sektor, salah satunya penjualan bahan bakar minyak. Kebijakan pemerintah untuk menekan penyebaran virus dengan bekerja dan belajar di rumah, membuat konsumsi BBM anjlok.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat perbandingan rata-rata realisasi tahun 2020 vs 2019 untuk solar turun 40%, minyak tanah atau kerosene turun 14%, dan premium 33%.

"Bahwa selama Covid-19 dampak pada BBM solar turun penjualanya 40%, minyak tanah 14%, dan premium turun 33%," ungkap Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa dalam Webinar Dampak Covid-19 Terhadap Sektor BBM, Jumat (12/6/2020).


Lebih lanjut ia mengatakan, demand BBM turun sebesar 30-50% di semua SPBU. Meski demikian, BPH Migas sudah menginstruksikan semua SPBU tetap buka dan melayani masyarakat. Namun harus tetap memperhatikan protokol Covid-19.

"Kami ambil instruksi mereka mesti buka, tidak ada yang boleh tutup. Penyediaan BBM subsidi di setiap SPBU saat Covid-19 dengan perhatikan protokol Covid-19," tegasnya.

Harga BBM Vs Minyak Dunia

Fansurullah mengatakan terkait dengan harga BBM yang tidak turun meski harga minyak dunia turun bukan kewenangan BPH Migas. Meski masih banyak pihak yang menanyakan hal ini kepada pihaknya. Ia menjelaskan jika harga BBM merupakan kebijakan dari Kementerian ESDM.

Pertamina, imbuhnya, sudah menurunkan harga BBM dua kali sejak akhir tahun lalu. Menurutnya, harga BBM ditetapkan berdasarkan harga minyak dua bulan sebelumnya. Untuk Bulan Juli sendiri bisa saja ada kemungkinan penyesuaian karena menggunakan rata-rata dua bulan sebelumnya, namun lagi-lagi ini adalah kebijakan pemerintah.

"Juli mungkin harga acuan harga MOPS dari indeks harga dua bulan sebelumnya jadi di ambil dari Mei Juni itulah untuk Juli. Apakah nanti kebijakan pemerintah di bulan Juli apa turun bagaimana tergantung dengan minyak dunia," paparnya.

Ia menegaskan tugas BPH adalah menekankan dalam ketersediaan dan distribusinya. Soal penyesuaian harga ia menyebut pemerintah punya banyak pertimbangan. Salah satunya konsumsi BBM yang anjlok.

"Kalau Pertamina colabs siapa yang bisa salurkan BBM ke seluruh NKRI," jelasya. (*)


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading