Lion Air Cs Buka-Tutup Penerbangan, Ada Apa Sebenarnya?

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
04 June 2020 16:50
Maskapai Penerbangan Lion Air. Ist
Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam beberapa waktu terakhir fenomena buka-tutup operasional maskapai penerbangan terjadi. Citilink dan Lion Air Group mengambil kebijakan tersebut dengan alasan masing-masing.

Adapun AirAsia Indonesia bahkan beberapa kali memilih menunda pembukaan layanan operasi dari jadwal yang sebelumnya direncanakan, sejak setop operasi 1 April 2020. Fenomena buka-tutup operasional maskapai ini tidak lepas dari adanya sejumlah regulasi selama pandemi Covid-19.

Pengamat penerbangan dari Arista Indonesia Aviation Center (AIAC) Arista Atmadjati, menilai, regulasi yang diterapkan pemerintah terlalu rumit. Hal ini berdampak pada operasional maskapai yang juga dituntut banyak melakukan penyesuaian.


"Karena regulasi untuk penumpangnya itu terlalu rumit. Sehingga penumpang itu banyak membatalkan mendadak atau banyak ditolak sesampainya waktu mau check in di bandara," katanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (4/6/20).



Dalam kondisi tersebut, beban maskapai yang sudah terpukul dampak Covid-19, makin memberat. Pasalnya, maskapai diwajibkan mengembalikan uang tiket calon penumpang yang gagal terbang.

"Nah pada waktu penumpang enggak jadi berangkat dia kan refund tiket. Maskapai menjanjikan refund tiket 100%, nggak ada potongan. Nah, di situlah maskapai saat ini kondisi keuangan berat," tuturnya.

Apalagi, pembatalan ini dilakukan secara mendadak. Hal ini membuat maskapai sulit menutup biaya operasional akibat rendahnya okupansi pesawat yang disebabkan pembatalan mendadak.

"Penumpang banyak batal, masalahnya mendadak kan, cari penumpang sekarang go show itu hampir nggak mungkin. Kalau penumpang banyak ditolak dan nggak berangkat mendadak, pesawat itu kosong. Artinya rugi karena cari penumpang go show itu sekarang nggak mungkin," katanya.



[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading