Produksi dan PNBP Batu Bara RI Bisa Turun di Kuartal II

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
02 June 2020 19:17
FILE PHOTO: A worker walks past coal piles at a coal coking plant in Yuncheng, Shanxi province, China January 31, 2018. Picture taken January 31, 2018.  REUTERS/William Hong/File Photo
Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi corona (Covid-19) berdampak ke semua lini, termasuk penerimaan negara di sektor Mineral dan Batubara (Minerba).

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasali memproyeksikan penerimaan negara di sektor Minerba tahun ini akan terjadi penurunan sekitar 20% gara-gara Covid-19.

Dari posisi Rp 44,4 triliun menjadi sekitar Rp 35 triliun. Penyebabnya tidak hanya harga jual komoditas yang jatuh, tetapi juga terjadi penurunan volume penjualan dan ekspor terutama batu bara juga akan menurun.


Lebih lanjut ia mengatakan, untuk batu bara diperkirakan akan terjadi penurunan produksi dan penjualan pada kuartal II tahun 2020 karena demand yang menurun akibat Covid-19.



"Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Minerba sebagian besar (hampir 80%) didapatkan dari pertambangan batu bara," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Selasa, (2/06/2020).

Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Baru Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia. Ia mengatakan terkait produksi diperkirakan masih akan sesuai dengan target tahun ini. Namun dari segi penerimaan negara tentu akan berbeda.

"Pasti merosot karena asumsi harganya waktu disusun itu beda. Sekarang harga drop banget," paparnya.

Menyikapi Covid-19, Hendra menyebut perusahaan-perushaan anggota sudah melakukan antisipasi new normal dan sudah berjalan. Saat ini pekerjaan kantor berjalan seperti biasa sesuai protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Di mana physical distancing sangat diperhatikan selain aturan-aturan lainnya termasuk akan diberlakukannya Work In Rotation (WIR) dengan pembagian kelompok kerja. Salah satu contoh kegiatan di kantor yang akan disesuaikan adalah meeting langsung/tatap muka diupayakan sedapat mungkin tidak dilakukan.

"Sekiranya harus dilakukan maka harus diperhatikan jarak aman dan jumlah orang dalam ruangan yang harus diatur," jelasnya.
Sementara untuk kegiatan operasional tambang di lapangan sejauh ini berjalan seperti biasa dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Salah satunya, angkutan karyawan untuk duduk dalam mobil/bus harus berjarak aman sesuai protokol.

"Selain itu beberapa perusahaan juga mengintensifkan pemeriksaan tes cepat dilingkungan kerja masing-masing," tuturnya.

[Gambas:Video CNBC]




(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading