Arab Saudi Bakal Naikkan Harga Jual Minyak Bulan Depan?

News - Redaksi, CNBC Indonesia
01 June 2020 15:51
The sun sets behind an idle pump jack near Karnes City, Texas, Wednesday, April 8, 2020. Demand for oil continues to fall due to the new coronavirus outbreak. (AP Photo/Eric Gay)
Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi diperkirakan akan menaikkan harga jualĀ minyak (OSP) semua jenis ke negara di Asia pada Juli 2020 untuk meningkatkan pendapatan negara yang susut sebab turun permintaan sejak virus corona Covid-19 merebak.

Menurut survei pada lima kilang minyak Arab Saudi, harga OSP pada Juli untuk minyak mentah Light Arab rata-rata akan naik US$3,8 per barel. Kenaikan harga tertinggi hingga US$5 per barel.


Kenaikan ini karena margin penyuling melemah pada bulan Mei sementara harga minyak DME Oman telah meningkatkan biaya bahan baku penyulingan. Rata-rata harga minyak DME Oman sekitar US$ 3 per barel lebih mahal daripada harga Dubai.


"Margin pengilangan sebenarnya 'memburuk" mendekati US$ 1 per barel di bulan Mei," ujar salah satu responden seperti dilansir dari Reuters, Senin (1/6/2020).

Produksi dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang dipimpin oleh Arab Saudi, turun ke level terendah dalam dua dekade terakhir pada bulan Mei dan telah memperkuat harga minyak mentah Timur Tengah.

OPEC dan sekutunya termasuk Rusia sedang mempertimbangkan untuk mengadakan pertemuan minggu ini untuk membahas perpanjangan pemotongan produksi setelah Juni 2020.

OSP minyak mentah Saudi biasanya dirilis sekitar kelima setiap bulan, dan menjadi tren untuk harga minyak Iran, Kuwait, dan Irak, yang mempengaruhi lebih dari 12 juta barel per hari (bpd) minyak mentah untuk Asia.

Raksasa minyak negara Saudi Aramco menetapkan harga minyak mentah berdasarkan rekomendasi dari pelanggan dan setelah menghitung perubahan nilai minyaknya selama sebulan terakhir. Pejabat Saudi Aramco menolak mengomentari hal ini.


[Gambas:Video CNBC]




(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading