Leasing Makin Ketat, Penjualan Motor Babak Belur Drop 75%

News - Ratu Rina, CNBC Indonesia
22 May 2020 15:38
Pekerja memindahkan motor kedalam kontainer di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Rabu (20/2/2018). Menurut data AISI penjualan kendaraan roda dua pada Januari 2018 meningkat menjadi 482.537 unit dibanding Desember 2017 lalu yang hanya 415.996 unit dan juga pada Januari 2017 sebesar 473.879 unit. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan otomotif roda dua di Indonesia turut terpukul pandemi covid-19. Hal ini menyusul penjualan mobil April 2020 yang anjlok sampai 90%.

Sekjen Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Hari Budianto mengatakan pada April 2020, penjualan sepeda motor anjlok hingga 75% atau sebanyak 120.000 unit. Realisasi penjualan ini turun signifikan dibandingkan periode sama tahun 2019 lalu yang mencapai 598.000 unit.

"Secara bulanan juga sama tertekan kurang lebih 70% pada Maret 2020 penjualan domestik itu 561.000 unit, dibandingkan bulan April 2020 yang hanya 120.000 unit," kata Hari kepada CNBC Indonesia, Jumat (22/5).


Menurutnya, penjualan yang anjlok disebabkan turunnya permintaan di pasar akibat ketidakpastian ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19. Bayang-bayang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di beberapa sektor industri juga turut mempengaruhi daya beli masyarakat.



"Dipengaruhi juga dari ketersediaan outlet kita saat PSBB dimulai dari bulan April ini kita semua mengikuti program pemerintah, kita off sehingga market-nya terjadi penurunan drastis dan outlet-nya juga sebagian besar tidak buka di Jawa dimana Jawa dan Bali ini berkontribusi sekitar 60% terhadap penjualan nasional," katanya.

Selain itu ada faktor kebijakan perusahaan leasing yang lebih ketat di tengah pengetatan keuangan di tengah pandemi. Perusahaan leasing menaikkan besaran uang muka dan sebagian tak mengucurkan pembiayaan. Sebanyak 90% penjualan sepeda motor melalui leasing.

"Kuartal kedua ini mulai April, Mei, dan Juni kita sudah terimbas di bulan April sekitar 70% penurunan dan untuk Mei kita belum closing jadi Mei dan Juni tentunya kita akan menurun sedikit lebih dalam lagi koreksi terhadap penjualan kita," katanya.

Dampak penurunan penjualan sepeda motor memang paling parah mulai April, sedangkan hingga Maret belum terlalu parah saat pandemi corona baru dimulai di Indonesia. Kinerja penjualan domestik kendaraan roda dua pada kuartal-I 2020 hanya mengalami penurunan hingga 7% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

"Sampai dengan periode Maret penjualan domestik hanya tertekan sekitar 7% Dan untuk ekspornya tertekan sekitar 15%. pencapaian sampai dengan bulan Maret untuk penjualan domestik hanya sekitar 1,5 juta unit dari sebelumnya 1,6 juta unit, jadi kurang lebih koreksi 7% sedangkan ekspor pencapaiannya sekitar 156.000 unit dibandingkan dengan periode yang sama itu 182.000 unit," kata Hari.

Dia menjelaskan, penurunan lebih tajam diproyeksikan berlanjut hingga kuartal-II 2020 seiring dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa wilayah Indonesia.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

Penjualan Mobil di Eropa Hancur-Hancuran Parah!


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading