Internasional

Belum Berakhir, Korsel Hadapi Gelombang II Serangan COVID-19

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
11 May 2020 13:25
Suasana saat pencari kerja menghadiri ujian yang dilakukan di luar ruangan di Seoul, Korea Selatan. AP/Lee Jin-man
Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Selatan melaporkan adanya 35 kasus terjangkit corona (COVID-19) pada Senin (11/5/2020). Padahal selama 12 hari sebelumnya, negeri K-pop hanya mencatat kenaikan satu digit kasus.

Kasus baru mencuat seiring ditemukannya kluster penyebaran baru di Korsel, yakni Itaewon. Hal ini membuat negeri itu kini mengantisipasi gelombang kedua penyebaran COVID-19.

Walikota Seoul, Park Won Soon, mengatakan setidaknya ada 85 kasus yang terkait kluster Itaewon. Kluster ini dimulai saat seorang pria yang menghabiskan waktu di lima klub dan bar di daerah itu pada awal Mei, diketahui terinfeksi COVID-19.


Pemerintah Seoul mendesak semua orang yang mengunjungi distrik itu selama dua minggu terakhir untuk dites COVID-19. Namun pemerintah mengaku kesulitan mengingat distrik terkenal itu kerap dikunjungi ratusan orang dalam semalam.

"Mayoritas pengunjung tidak dapat dijangkau,"kata Perdana Menteri Chung Sye Kyun dikutip dari AFP, Senin (11/5/2020).

"Jika kamu ragu (terinfeksi atau tidak), jam harian kita mungkin berhenti selama sebulan. Silakan hubungi klinik atau pusat kesehatan terdekat sekarang," lanjutnya mendesak semua orang untuk diuji.

Lonjakan infeksi baru ini muncul belum lama setelah pemerintah melonggarkan aturan jarak sosial pada Rabu lalu. Sebelumnya, Korsel dianggap negara yang berhasil mengendalikan pandemi ini.

Pemerintah kini langsung melakukan penutupan klub dan bar di Seoul, serta di provinsi tetangga Gyeonggi dan kota terdekat Incheon agar tidak terjadi gelombang kedua COVID-19.

Menurut data Worldometers, Korsel sejauh ini memiliki 10.909 kasus terjangkit, 256 kasus kematian, dan 9.632 kasus berhasil sembuh.

[Gambas:Video CNBC]





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading