Luhut: Kita Berharap Minggu Keempat Mei Corona di RI Turun!

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
10 May 2020 17:29
Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berharap pada pekan ketiga atau keempat kasus corona di Indonesia mereda. Ini penting karena menyangkut urusan stok pangan.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa pemerintah mewaspadai krisis pangan. Setidaknya ada 11 bahan pokok yang harus dijaga ketersediaannya oleh pemerintah.

Sebanyak 11 komoditas bahan pokok yang dikawal pemerintah secara intens. Kesebelas itu antara lain beras, jagung, bawang merah, bawang putih, dan cabai merah besar. Kemudian ada juga cabai rawit, daging sapi/daging kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir, dan minyak goreng.


"Kita mewaspadai 11 bahan pokok, itu ya kalau bisa jangan ada masalah. Kemarin itu Pak presiden udah rapat beberapa kali," kata Luhut dalam sebuah bincang santai yang disiarkan RRI, Minggu (10/5/20).

Dia bilang, perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah jelas disampaikan kepada masing-masing menteri.

"Itu sekarang perintahnya udah jelas Kementan gimana, perikanan ini gimana. KKP ini kan sekarang banyak ikannya, nah sekarang kemarin UMKM juga ikutan supaya mereka bisa mendistribusikan dengan baik makanya ini dibuka," kata Luhut.

Dia menyebut, meski beberapa pihak meramalkan pandemi Covid-19 akan berakhir dalam waktu dekat, namun belum bisa dipastikan. Termasuk mengenai harapan pemerintah bahwa pandemi ini berakhir di pekan ketiga Mei 2020.

"Kita berharap minggu ketiga keempat Mei di daerah ini menurun. Tapi itu semua berpulang pada disiplin kita juga. Semua masyarakat kita imbau harus patuh pake masker jaga jarak, cuci tangan, dan disiplin," katanya.

"Memang semua tergantung kepada kita semua, kita mau nggak jaga jarak terus, lake masker terus, cuci tangan terus, disiplin nggak. Muaranya di kita semua karena 60% penularan bisa dikurangi pakai masker," lanjutnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk mengantisipasi terjadinya dampak kekeringan yang bisa memengaruhi ketersediaan bahan pokok.

Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat memimpin rapat terbatas antisipasi dampak kekeringan terhadap ketersediaan bahan pangan pokok melalui video conference di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

"Saya sudah menyinggung beberapa kali mengenai peringatan dari FAO mengenai krisis pangan dunia," kata Jokowi, Selasa (5/5/2020).



Eks Wali Kota Solo itu mengemukakan urusan yang berkaitan dengan musim kemarau harus betul-betul dikalkulasi. Sebab, berdasarkan prediksi akan terjadi musim kemarau yang lebih kering di sejumlah wilayah.

"Berdasarkan prediksi BMKG, 30% wilayah yang masuk zona musim ke depan akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya," katanya.

Maka dari itu, Jokowi menekankan kepada jajarannya untuk menyiapkan berbagai langkah mitigasi demi menjaga stabilitas harga pangan agar tidak terpengaruh dengan adanya musim kemarau.

"Betul-betul disiapkan, sehingga pekerjaan dan stabilitas harga pangan tidak terganggu," kata eks Gubernur DKI Jakarta itu.

[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading