Kapan Akhir dari Pandemi Corona? Ini Jawaban Terbarunya!

News - Muh Iqbal, CNBC Indonesia
30 April 2021 11:12
Health workers bring a patient to be admitted at a government COVID-19 hospital in Ahmedabad, India, Tuesday, April 27, 2021. Coronavirus cases in India are surging faster than anywhere else in the world. (AP Photo/Ajit Solanki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sampai detik ini, dunia masih belum terbebas dari pandemi Covid-19. Pagebluk masih menghantui bahkan di India terjadi tsunami.

Indonesia sendiri telah menjalani vaksinasi dan diharapkan herd immunity terbentuk sehingga masyarakat bisa lebih kebal terhadap virus jahat tersebut.
Lalu kapan sih akhir dari pandemi corona ini terjadi?

Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Dr Ede Surya Darmawan, SKM, MDM mengaku ada beberapa permodelan yang memperhitungkan butuh waktu berapa lama kasus Corona di Indonesia mereda. Termasuk saat vaksinasi COVID-19 berjalan.

"Beberapa permodelan menunjukkan wabah ini masih dalam setengah perjalanan, artinya ada potensi memang menuju kasus totalnya itu sampai 2,5 atau 3 juta," kata Dr Ede dalam konferensi pers Kamis (29/4/2021).

"Nah kalau penanganan masih seperti ini, perhitungannya itu redanya baru bisa terjadi di akhir tahun 2022, artinya masih satu setengah tahun yang akan datang," tuturnya dilansir dari detikcom.

Maka dari itu, ia mengimbau warga Indonesia untuk terus memperketat protokol kesehatan. Sebab, saat penularan kasus Corona sudah berkurang, kemungkinan wabah COVID-19 mereda lebih cepat.

Tower 9 wisma atlet pademangan siap tampung pasien Covid-19. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Foto: Tower 9 wisma atlet pademangan untuk tampung pasien Covid-19. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)



Berkaca pada kasus Corona di India, Dr Ede mewanti-wanti untuk menjaga angka bed occupancy rate (BOR) agar tidak serupa dengan India. Jika angka BOR terus tinggi, lonjakan kasus Corona semakin mungkin terjadi.

"Tapi kalau kita tidak menerapkan protokol kesehatan yang baik, yang terjadi kasus ini terus ada mungkin tidak melonjak tetapi kasus lebih tinggi, sampai kapan? Sampai kita kelelahan sendiri, kelelahan itu lah yang kita khawatirkan menjadi lonjakan," beber Dr Ede.

"Kalau sudah terjadi lonjakan harus kita ingat ya waktu bulan Januari-Februari itu sebenarnya kapasitas RS tuh masih sekitar 70 persen-an ya, belum seperti India, India tuh boleh dibilang BOR-nya itu sudah 100 persen sangat melelahkan, karena tidak ada pergantian, staf terus bekerja," katanya.

Ia kembali menegaskan vaksinasi bukan satu-satunya jalan melawan COVID-19. Angka penularan Corona akan terus meningkat jika pelonggaran protokol kesehatan terjadi sehingga bukan tak mungkin memicu ledakan kasus rawat inap pasien Corona."Tempat tidur belum sempat berganti sudah ada pasien lagi, ini barang kali yang harus kita hindari supaya tidak ada kejadian dengan tsunami terkait COVID-19 ini.

Jangan buru-buru merayakan menang melawan COVID-19, karena pandemi belum terkendali," jelasnya.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading