Tiga Tahun Pandemi, Warga Wuhan Sudah Nggak Takut Covid

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
23 January 2023 19:40
Tahun baru 2023 di Wuhan, Cina, dirayakan di tengah lonjakan kasus Covid-19 setelah kebijakan pembatasan ketat Nol-Covid dicabut pemerintah Cina. (REUTERS/TINGSHU WANG) Foto: Tahun baru 2023 di Wuhan, Cina, dirayakan di tengah lonjakan kasus Covid-19 setelah kebijakan pembatasan ketat Nol-Covid dicabut pemerintah Cina. (REUTERS/TINGSHU WANG)

Jakarta, CNBC Indonesia - Warga Kota Wuhan, China, mengaku saat ini tidak lagi takut dengan virus Covid-19 setelah hampir tiga tahun lalu kota ini menjadi episentrum pertama penyebaran virus Corona.

Saat penduduk China merayakan Tahun Baru Imlek pekan ini, kondisi di Kota Wuhan sudah sangat berbeda dibandingkan tiga tahun lalu ketika Beijing menerapkan lockdown ketat di kota berpenduduk 11 juta itu pada awal tahun 2020.

Pada musim libur Imlek kali ini, penduduk setempat menerjang suhu dingin untuk memadati pasar yang ramai. Beberapa bahkan tidak memakai masker dan asyik melempar batu di sepanjang Sungai Yangtze.

"Sekarang setelah kami buka, semua orang cukup senang. Banyak kekhawatiran dan depresi kami yang perlahan-lahan teratasi," kata salah satu pengemudi perusahaan kurir bernama Liang Feicheng kepada AFP, sebagaimana dilaporkan Channel News Asia, Senin (23/1/2023).

"Orang-orang menjalani hidup mereka, berkumpul dengan keluarga dan teman, pergi bermain, traveling, dan merasa bahagia."

Banyak yang mengatakan bahwa mereka sangat gembira karena kehidupan telah kembali berangsur normal.

"Tahun baru tentu saja akan lebih baik," kata Yan Dongju, seorang petugas kebersihan berusia enam puluhan.

China memutuskan untuk menerapkan lockdown pertama kali pada Januari 2020. Selama 76 hari, Wuhan terputus dari dunia luar, semua penduduk bersembunyi di rumah mereka karena takut terinfeksi, apalagi saat itu rumah sakit kebanjiran pasien.

Namun pemandangan mengerikan yang menandai penguncian Covid-19 pertama di dunia itu sekarang sudah menjadi masa lalu. Di luar sebuah toko yang menjadi lokasi penemuan pria yang terbaring sekarat di jalan pada Januari 2020, terpampang sebuah tanda berbunyi "Rumah Harapan".

Saat ini China telah melonggarkan protokol Covid-19. Namun, pelonggaran ini memicu lonjakan kasus yang diiringi dengan peningkatan kasus kematian harian yang cukup besar.

Pada hari Sabtu, Negeri Tiongkok melaporkan setidaknya 13.000 kematian terkait Covid hanya dalam waktu kurang dari seminggu. Angka ini menambah sekitar 60.000 kematian sejak Desember yang sebelumnya dilaporkan pihak berwenang.

"Sekitar 80% populasi diyakini telah tertular Covid-19 sejak pembatasan kesehatan dicabut pada Desember," menurut ahli epidemiologi terkemuka Wu Zunyou.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Covid-19 di China Makin Mengerikan, Lockdown di Mana-Mana


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading