Covid-19 Buat Total Pembiayaan Pemerintah RI Jadi Bengkak

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
30 April 2020 12:52
Menkeu, Dirjen, dan BNN Rilis Narkoba
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati harus memutar otak untuk menutupi gangguan di penerimaan negara akibat Covid-19. Ditambah, belanja negara yang tetap tinggi sebagai antisipasi gejolak yang terjadi akibat pandemi corona.

Dalam slide yang dipaparkan Sri Mulyani dalam Musrenbangnas 2020, tercatat pembiayaan utang yang harus dilakukan pada 2020 mencapai Rp 1.439,8 triliun.

Angka fantastis ini diperlukan untuk menutup pembiayaan defisit APBN yang mencapai Rp 852,9 triliun hingga utang jatuh tempo yang mencapai Rp 433 triliun di 2020.


Total penerbitan SBN di 2020 akan mencapai Rp 1.289 triliun dengan kata lain ini merupakan penambahan utang baru.

"Pendapatan negara, penerimaan pajak akan negatif. Kombinasi pelemahan ekonomi dan pelemahan korporasi dan masyarakat menjadi dasar," kata Sri Mulyani.

Dengan postur APBN 2020 tersebut, maka defisit akan membengkak menjadi 5,07% yang tertuang dalam Perpres 54 tahun 2020.

"Satu hal yang kami tekankan. Kita tidak boleh bilang tidak bisa untuk benahi kesehatan karena tidak ada uang. Kita tetap lakukan berbagai kebijakan," katanya.



[Gambas:Video CNBC]






(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading