Update Jiwasraya: Kejagung Cecar Mantan Pejabat OJK

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
28 April 2020 20:29
[DALAM] Jiwasraya
Jakarta, CNBC Indonesia - Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) melanjutkan pemeriksaan terhadap para saksi dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di hari ini, Selasa (28/4/2020).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Hari Setiyono menyebut, para saksi dicari informasi dalam keterkaitannya dengan para tersangka yang sudah ditetapkan Kejagung.

"Penyidik terus mencari informasi yang dapat mengungkap kasus ini, termasuk dari para saksi yang dihadirkan hari ini," kata Hari dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4).


Adapun saksi yang diperiksa sebanyak tujuh orang, antara lain Kabag pada Departemen Pengawasan Transaksi Efek OJK 2015-2016, Deputi Direktur pada Departemen Pengawasan Transaksi Efek OJK 2015-2016, Kepala Sub Bagian pada Departemen Pengawasan Transaksi Efek OJK 2015-2016.

Selain itu,Kepala Sub Bagian pada Departeman Pengawasan Transaksi Efek OJK 2015-2016), Deputi Direktur pada Departeman Pengawasan Transaksi Efek OJK 2015-2016), selebihnya ada dua dari perusahaan swasta.

"Dari 7 orang saksi yang diperiksa, 5 di antaranya merupakan saksi-saksi yang berasal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) khususnya dari Departemen Pengawasan Transaksi Efek pada periode tahun 2015-2016," papar Hari.

Sedangkan dua sisanya merupakan pihak perusahaan manajemen investasi yang diperiksa kembali untuk pemeriksaan tambahan.

"Karena pemeriksaan sebelumnya dianggap belum cukup untuk pembuktian berkas perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) maupun dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (persero) untuk berkas perkara atas nama BT, HH maupun JHT," sebutnya.



Ketiga nama inisial di atas adalah para tersangka. Mereka adalah Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat serta Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

Kemudian tiga tersangka lain adalah Direktur Keuangan Jiwasraya Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo, Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018 Hendrisman Rahim serta mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.

[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading